Status BPJS PBI Nonaktif? Begini Prosedur Reaktivasi dan Alurnya Menurut RSUD Brebes




BREBES,brdnusantara.news.blog – Masalah penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) tengah menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes. Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial setempat, terdapat sekitar 100.000 peserta yang status kepesertaannya dinonaktifkan.

Menanggapi hal tersebut, direktur RSUD Brebes drg Adi Supriyadi Mkes melalui Kepala seksi Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Daerah Brebes, dr. Yuliana, didampingi oleh humas RSUD Brebes Asri memberikan penjelasan terkait prosedur medis dan birokrasi yang harus ditempuh pasien agar hak pengobatannya tetap terjamin.

Rumah Sakit Hanya Sebagai Pengguna Sistem

Menurut dr. Yuliana, masalah penonaktifan ini biasanya baru diketahui saat pasien datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) atau Rumah Sakit untuk berobat.

“Masalahnya baru akan diketahui ketika pasien datang. Di sana baru terlihat melalui sistem apakah status BPJS mereka aktif atau tidak. Kami di rumah sakit ini statusnya adalah pengguna (user) dari sistem tersebut,” ujar dr. Yuliana.

Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak memiliki kewenangan untuk mengubah status kepesertaan atau menentukan aktif-tidaknya kartu seseorang. Segala keputusan terkait reaktivasi sepenuhnya berada di bawah otoritas BPJS Kesehatan.

Alur Reaktivasi: Melibatkan Dinsos dan BPJS

Bagi masyarakat yang kartu PBI-nya tidak aktif, dr. Yuliana mengimbau untuk segera mengurusnya ke instansi terkait, yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan Kantor BPJS Kesehatan, bukan hanya mengandalkan pihak rumah sakit.

Berikut adalah ringkasan prosedurnya:

Cek Status: Memastikan status kepesertaan di loket pendaftaran RS atau Faskes.

Surat Keterangan: Meminta surat keterangan dari rumah sakit sebagai penunjang bahwa pasien sedang membutuhkan layanan medis.

Verifikasi ke Dinsos: Melaporkan status PBI ke Dinas Sosial untuk verifikasi data kemiskinan/kelayakan.

Aktivasi di BPJS: Membawa dokumen pendukung ke kantor BPJS Kesehatan untuk pengaktifan kembali.

Kendala Peralihan ke Mandiri

Dalam dialog tersebut, terungkap juga kendala teknis lapangan di mana pasien yang beralih dari segmen PBI ke Mandiri masih mengalami hambatan aktivasi, meski sudah melakukan pembayaran atau pemotongan gaji rutin.

“Masalah keputusan apakah kartu bisa direaktivasi atau kapan statusnya menjadi aktif, itu sepenuhnya ada di pihak BPJS,” tambah dr. Yuliana. Hal ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih proaktif melakukan pengecekan status kepesertaan sebelum kondisi darurat medis terjadi.

Analisis Singkat:
Tone: Informatif dan edukatif.

Titik terang : Menekankan bahwa RS hanya user, sementara decision maker ada di BPJS/Dinsos. Ini penting untuk meredam potensi konflik antara pasien dan pihak RS.

Reporter Teguh 

Jelang Ramadhan, Polres Brebes Gelar Punggahan sebagai Wujud Humanis dan Kebersamaan


Jelang Ramadhan, Polres Brebes Gelar Punggahan sebagai Wujud Humanis dan Kebersamaan

BREBES, brdnusantara.news.com – Mendekati Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Brebes menggelar kegiatan tradisional “Punggahan” dengan nuansa kekeluargaan yang kuat. Acara yang difasilitasi dengan makan bersama berlangsung lancar di Aula Utama Mapolres Brebes pada Rabu (18/2/2026) siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, bersama dengan para pejabat utama di lingkungan Polres, anggota keluarga besar Polres Brebes, serta komponen Bhayangkari.

Dalam pidatonya, AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan bahwa punggahan tidak hanya menjadi tradisi tahunan atau bentuk seremonial belaka. Menurutnya, momentum ini memiliki makna mendalam tentang pentingnya empati dan prinsip kesetaraan.

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan dengan Tindakan Mutilasi di Banjarharjo Brebes, Mayat Korban Ditemukan di Koper



BREBES,brdnusantara.news.blog – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Brebes telah berhasil mengamankan pelaku dugaan pembunuhan yang juga melakukan tindakan mutilasi terhadap korban. Kasus ini terjadi di wilayah Kecamatan Banjarharjo, dimana jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam koper yang terkubur di rumah kosong di Desa Sukareja.

Pelaku yang berinisial R (45 tahun) ditangkap pada Selasa dini hari (17/02/2026) di rumah istriannya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan, dengan dukungan Tim Reserse Mobile (Resmob) Sat Reskrim.

Korban yang bernama Sapri (67 tahun), warga Desa Pende Kecamatan Banjarharjo, ditemukan oleh saudara pemilik rumah saat akan membersihkan ruangan. Awalnya terdapat kecurigaan karena adanya darah dan bau amis di dalam tanah ruangan, yang kemudian ditemukan koper berisi tubuh korban beserta dua potongan kaki yang terpisah.

Hasil autopsi yang dilakukan Tim Dokter Forensik (Dokkes) Polda Jateng di RSUD Brebes menunjukkan bahwa korban meninggal karena terkena benturan benda tumpul di bagian belakang kepala, disertai patah tulang dan kerusakan di sekitar tengkuk kaki serta dasar tulang kepala. Setelah membunuh korban, pelaku mencoba memasukkan jasad ke dalam koper namun karena tidak muat, ia kemudian memotong kaki dan tangan korban.

Dari penyelidikan yang dilakukan, diketahui bahwa pembunuhan terjadi karena pelaku merasa emosi setelah ditagih hutang dan ditampar oleh korban. Pelaku kemudian menyerang korban menggunakan batu yang ada di sekitar lokasi, memukul bagian kepala, dada, dan tengkuk hingga korban tewas. Selain itu, pelaku juga mengambil handphone dan uang tunai milik korban sebesar Rp15.622.000.

Pelaku saat ini telah ditempatkan di sel tahanan Mapolres Brebes dan akan dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, serta Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa ini.

Sebelumnya, korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke Desa Sukareja pada Minggu malam (15/02/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, dengan tujuan menemui seseorang yang memiliki utang sebesar Rp5 juta padanya. Saat pergi, korban membawa uang tunai sekitar Rp20 juta dan telepon genggam, namun kemudian hilang kontak hingga ditemukan tewas.

BUPATI BREBES BERI PERINGATAN KERAS: TENAGA MEDIS HARUS PERBAIKI LAYANAN, JANGAN JUDES ATAU KETUS KEPADA PASIEN




BREBES, – brdnusantara.news.blog – 16 Februari 2026 – Kepala Daerah Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan teguran keras kepada seluruh pekerja kesehatan di daerahnya dengan menuntut peningkatan mutu pelayanan bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati yang akrab disapa Mitha menegaskan bahwa sikap tidak ramah seperti menjadikan atau bersikap kasar terhadap pasien tidak boleh lagi terjadi, bahkan jika pasien menggunakan fasilitas kesehatan melalui program BPJS Kesehatan secara cuma-cuma.

Untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga, Bupati Mitha mengajak masyarakat secara terbuka untuk melaporkan setiap tindakan tidak profesional dari tenaga kesehatan, seperti terlihat sedang sibuk dengan perangkat seluler selama jam kerja.

Ia memberikan instruksi kepada warga untuk mengumpulkan bukti berupa foto atau rekaman video terkait kasus tersebut, kemudian mengirimkannya secara langsung melalui pesan pribadi ke akun Instagram miliknya.

“Sampaikan nama dan serahkan bukti foto maupun video terkait pelaku. Saya akan memastikan tindakan tegas seperti penurunan pangkat atau bahkan pemecatan dari rumah sakit umum atau puskesmas dapat dilakukan,” jelasnya dengan tegas.

Kasat B inmas Polres Brebes, AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, memimpin Apel Pembinaan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Bullying di lapangan upacara SMK Puspo Negoro 01 Brebes.


Polres Brebes Lakukan Langkah Preventif untuk Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying di Sekolah
Polres Brebes Lakukan Langkah Preventif untuk Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying di Sekolah

BREBES,brdnusantara.news.com – Satuan Binmas (Sat Binmas) Polres Brebes kembali mengambil langkah preventif untuk menekan angka kenakalan remaja di lingkungan pendidikan. Pada Kamis pagi (12/02/2026), Kasat Binmas Polres Brebes, AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, memimpin Apel Pembinaan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Bullying di lapangan upacara SMK Puspo Negoro 01 Brebes.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 siswa-siswi beserta jajaran guru dan staf sekolah. Kehadiran pihak kepolisian secara langsung memberikan dampak psikologis yang positif dan meningkatkan kedisiplinan siswa.

AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama menekankan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu tanpa ada rasa takut akan perundungan.

“Kami hadir untuk memberikan pemahaman bahwa kenakalan remaja, seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba, serta tindakan bullying—baik fisik maupun di media sosial—memiliki dampak buruk yang permanen bagi masa depan,” ujarnya.

Polres Brebes berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan di sekolah-sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan bullying. “Kegiatan pembinaan seperti ini akan kami lakukan secara rutin dengan berkunjung dan menyambangi sekolah-sekolah di wilayah Brebes,” tegas AKP Rachmat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman, serta terhindar dari pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

Wakil Bupati Brebes Tinjau Banjir Langsung, Instruksikan Tanggul Darurat Digeser


BREBES,brdnusantara.news.blog – Wakil Bupati Brebes Wurja SE turun langsung ke lokasi terdampak banjir di beberapa kecamatan pada Kamis (12/2/2026). Tujuannya adalah memastikan keselamatan warga dan menginstruksikan percepatan pembangunan tanggul darurat untuk antisipasi luapan air susulan.

Dampingi Plh Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan Kepala DPSDAPR, Wurja pertama kali meninjau empat desa di Kecamatan Losari yaitu Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor. Di lokasi, ia menyerahkan bantuan berupa nasi bungkus dan mie instan kepada warga, serta menyampaikan bahwa Pemkab Brebes akan menyalurkan karung untuk pembangunan tanggul darurat.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari untuk memeriksa kondisi tanggul Sungai Pemali yang kini berada pada kondisi kritis. Tanggul yang semula masih memiliki jarak dua meter dari permukiman, kini hanya tersisa sekitar setengah meter akibat gerusan arus deras akibat hujan intens dan peningkatan debit sungai.

“Kami menginstruksikan instansi terkait untuk segera membangun tanggul darurat menggunakan kayu dolken dan karung berisi pasir,” tegas Wurja.

Sekretaris DPU Brebes Ismawan Nur Laksono menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi untuk pengiriman material. “Kita sudah siap mengirim tiga dump truk pasir atau tanah untuk pembangunan tanggul darurat tersebut,” ucapnya.

Rombongan kemudian bergerak ke Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, yang terendam akibat luapan Kali Gondang setelah hujan deras mengguyur pada malam Rabu (11/2/2026). “Alhamdulillah, air sudah mulai surut, namun masyarakat tetap diminta untuk tetap siaga,” ujar Wurja.

Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah menjelaskan bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan permasalahan berulang setiap musim hujan. “Kami bersama pemerintah desa dan relawan akan berupaya melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

BKPSDMD Brebes Luncurkan SIBARIAH, Dorong Pengembangan Kompetensi ASN Berbasis Talenta


BREBES,- brdnusantara.news.blog – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Kabupaten Brebes meluncurkan program SIBARIAH (Sinau Bareng Ahline) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Program pembelajaran daring ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

Pada peluncurannya di ruang kerja Kepala BKPSDMD pada Kamis (12/02/2026), Kepala BKPSDMD Kabupaten Brebes Dr. Moh Syamsul Haris, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tema yang diangkat yaitu “Right Talent, Right Role: Membangun Karir ASN Berbasis Manajemen Talenta” sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Tema tersebut menekankan pentingnya penempatan ASN sesuai dengan kompetensi dan talenta yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi ASN melalui program-program yang relevan dan efektif,” ujar Haris kepada awak media.

Menurutnya, program SIBARIAH diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ASN Brebes dalam meningkatkan kompetensi dan karir, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mendukung pembangunan daerah. Haris juga menekankan bahwa birokrasi saat ini menuntut perubahan pola pembinaan karir berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2020.

“Manajemen talenta adalah instrumen utama untuk menerapkan Sistem Merit secara murni, dengan tujuan memastikan the right person, in the right place, at the right time,” jelasnya.

Melalui manajemen talenta, diharapkan dapat tercapai obyektivitas karir berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja nyata; kepastian jalur karir bagi ASN dalam talent pool; serta peningkatan Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) untuk pelayanan publik yang lebih baik.

Haris berharap seluruh ASN dapat mengikuti sesi dengan antusias, memahami mekanisme manajemen talenta, dan mempersiapkan diri menjadi talenta terbaik. “Karir ASN ada di tangan ASN sendiri melalui kinerja yang ditunjukkan,” ucapnya.

Kegiatan diikuti oleh ASN dari berbagai instansi dan menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, dengan harapan dapat meningkatkan kontribusi ASN bagi pembangunan daerah.

1.296 Jemaah Haji Brebes Siap Berangkat, Dibekali Ilmu hingga Kesiapan Mental


BREBES,- brdnusantara.news.blog -Sebanyak 1.296 calon jemaah haji Kabupaten Brebes sedang mempersiapkan diri menyambut perjalanan suci ke Tanah Suci. Melalui kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi, mereka diberikan pembekalan ilmu, kesiapan mental, dan peningkatan kesehatan agar ibadah dapat berjalan lancar, baik secara fisik maupun spiritual.

Acara yang digelar di Aula Islamic Centre Brebes pada Rabu (11/2/2026) untuk jemaah haji reguler tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, diisi sambutan dari Bupati Brebes yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes Khambali. Ia menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan jarak jauh, melainkan perjalanan batin yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam tentang rukun serta wajib haji.

“Pemahaman yang baik sejak di tanah air akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah saat berada di Tanah Suci,” ujarnya.

Khambali juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan disiplin mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekompakan dengan niat yang benar karena Allah SWT.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Brebes melalui Kasubag TU A Nizam Baequni menyampaikan bahwa manasik haji terintegrasi merupakan program nasional untuk meningkatkan standar pelayanan. Tahun ini, Brebes akan mengirimkan 591 calon jemaah laki-laki dan 705 perempuan, yang terbagi dalam lima kloter. Gelombang pertama direncanakan berangkat pada 21 April dan seluruh jemaah Indonesia akan kembali pada 1 Juni.

Kegiatan dihadiri juga oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes H M Aqsho, Kepala Dinas Kesehatan, narasumber, tokoh agama, pembimbing manasik, dan seluruh calon jemaah.

Dinkes Brebes Tanggap Cepat, Sembako dan Layanan Kesehatan Siap Bantu Warga Adisana Pasca Banjir Bandang




BREBES,brdnusantara.news.blog – Setelah banjir bandang akibat luapan Sungai Kalikeruh menerjang Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu pada awal Februari, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengambil langkah proaktif untuk menjamin kesejahteraan warga terdampak. Kepala Dinas Kesehatan, Heru Padmonobo, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Rabu (11/2/2026), tidak hanya untuk meninjau kondisi lapangan tetapi juga menyerahkan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Meskipun akses jalan sempat terhalang lumpur dan puing-puing, tim kesehatan berhasil menjaga layanan medis tetap berjalan. Posko Kesehatan yang berada di desa tersebut didukung oleh petugas dari Puskesmas Bumiayu, siap menangani berbagai masalah kesehatan pascabencana seperti gatal-gatal, ISPA, dan gangguan pencernaan. Selain itu, tim juga melakukan layanan jemput bola bagi warga yang kesulitan mencapai posko.

“Kami memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia, mendapatkan perawatan yang layak. Di tengah situasi apa pun, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan,” tegas Heru Padmonobo.

Selain layanan kesehatan, bantuan sembako juga disalurkan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang rumah dan lahan pertaniannya terdampak. Kolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Brebes juga dilakukan melalui bakti sosial khusus bagi ibu dan anak. Dukungan psikososial juga telah diberikan untuk membantu pemulihan trauma warga terdampak.

“Bagi yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi layanan kesehatan, silakan menghubungi petugas di posko terpadu Desa Adisana,” pungkasnya.

Komunitas Otomotif Brebes Diajak Jadi Duta Keselamatan Jalan Raya


Komunitas Otomotif Brebes Diajak Jadi Duta Keselamatan Jalan Raya

BREBES,brdnusantara.news. _ Komunitas otomotif di Kecamatan Wanasari menjadi sasaran kunci sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar Satlantas Polres Brebes pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini tidak hanya menyampaikan aturan lalu lintas, tetapi juga mengajak para pegiat otomotif untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

Tim yang dipimpin Kanit Kamsel Aiptu Destian menyampaikan bahwa operasi yang berjalan dari 2 hingga 15 Februari 2026 bertujuan untuk mencegah kecelakaan dengan pendekatan yang penuh perhatian. “Kami hadir di sini karena sayang. Kami ingin setiap anggota komunitas bisa pulang ke rumah menemui keluarga dengan selamat,” ujarnya dalam obrolan bersama para pecinta otomotif.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus edukasi meliputi penggunaan helm SNI dan sabuk pengaman, bahaya berkendara saat mabuk atau menggunakan ponsel, larangan balap liar dan melawan arus, serta standarisasi knalpot. Satlantas mengajak komunitas untuk menjadi “role model” yang menyebarkan kesadaran keselamatan mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar.

Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq menegaskan bahwa pelibatan komunitas merupakan langkah strategis untuk mencapai target Zero Accident. “Tujuan utama kami adalah mengedepankan upaya preemptif dan preventif untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin masyarakat. Dengan merangkul komunitas, kami berharap muncul pionir-pionir keselamatan yang mampu memengaruhi luas,” jelasnya.

Jadilah Mitra Desa yang Solutif” – Bupati Brebes Tekankan Peran Penting Pendamping Desa


“Jadilah Mitra Desa yang Solutif” – Bupati Brebes Tekankan Peran Penting Pendamping Desa

BBES – Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM menegaskan peran strategis pendamping desa sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional Desa di Pendopo Brebes, Jumat (6/2/2026). Menurutnya, kualitas pendampingan menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang kompleks saat ini.

“Rakor ini memiliki makna yang sangat penting. Saudara-saudara adalah penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang saudara berikan,” ujar Bupati.

Dia menekankan bahwa pendamping desa tidak hanya bertugas sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga harus menjadi mitra desa yang aktif, responsif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan. Selain itu, pentingnya sinergi dan koordinasi juga ditegaskan agar program yang dijalankan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh tenaga pendamping untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar dapat beradaptasi dengan dinamika pembangunan, serta menguatkan kerja sama dengan pemerintah desa demi kemajuan Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Brebes Subagyo mengapresiasi dedikasi para pendamping yang telah mengabdi selama enam tahun terakhir. Saat ini terdapat 104 personel Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terbagi menjadi 4 Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat tingkat kabupaten, 39 Pendamping Desa tingkat kecamatan, dan 61 Pendamping Lokal Desa yang menangani 3 hingga 4 desa masing-masing.

“Komitmen teman-teman pendamping sangat jelas, yaitu siap menyukseskan program kerja Ibu Bupati demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes,” ucap Subagyo, yang juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi para pendamping sebagai tulang punggung Dinpermades dalam menjalankan tugas di lapangan.

DPKP Brebes Fokus pada Tiga Pilar Utama untuk Kuatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah


DPKP Brebes Fokus pada Tiga Pilar Utama untuk Kuatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

BREBES,brdnusantara.news.blog – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes siap melakukan akselerasi program prioritas guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Kepala DPKP Hendri Adi Komara kepada awak media pada Senin (9/2/2026).

Hendri menekankan tiga pilar utama yang menjadi fokus kerja DPKP, yaitu:

– Menjaga Harga Bawang Merah: Akan diperkuat sinergi dengan Bulog dan pelaku pasar untuk mencegah penurunan harga yang drastis saat masa panen raya.

– Mengamankan Pupuk Bersubsidi: Pengawasan distribusi akan diperketat agar pasokan pupuk tidak terhambat dan dapat menjamin kelancaran produksi pertanian.

– Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Program Inovatif: Akan diluncurkan program yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk, termasuk pelatihan pengolahan pascapanen dan mempermudah akses permodalan.

Komitmen utama DPKP adalah meningkatkan kesejahteraan petani dengan memastikan input pertanian aman dan hasil panen memiliki harga jual yang menguntungkan. “Kami tidak ingin petani hanya bekerja, tapi mereka harus sejahtera,” ujar Hendri.

Langkah-langkah cepat ini diharapkan dapat mengembalikan marwah Kabupaten Brebes sebagai lumbung pangan yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga mampu menyejahterakan para petani yang menjadi pahlawan pangan daerah.

DPKP Brebes Fokus pada Tiga Pilar Utama untuk Kuatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah


DPKP Brebes Fokus pada Tiga Pilar Utama untuk Kuatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

BREBES , – brdnusantara.news.blog – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes siap melakukan akselerasi program prioritas guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Kepala DPKP Hendri Adi Komara kepada awak media pada Senin (9/2/2026).

Hendri menekankan tiga pilar utama yang menjadi fokus kerja DPKP, yaitu:

– Menjaga Harga Bawang Merah: Akan diperkuat sinergi dengan Bulog dan pelaku pasar untuk mencegah penurunan harga yang drastis saat masa panen raya.

– Mengamankan Pupuk Bersubsidi: Pengawasan distribusi akan diperketat agar pasokan pupuk tidak terhambat dan dapat menjamin kelancaran produksi pertanian.

– Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Program Inovatif: Akan diluncurkan program yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk, termasuk pelatihan pengolahan pascapanen dan mempermudah akses permodalan.

Komitmen utama DPKP adalah meningkatkan kesejahteraan petani dengan memastikan input pertanian aman dan hasil panen memiliki harga jual yang menguntungkan. “Kami tidak ingin petani hanya bekerja, tapi mereka harus sejahtera,” ujar Hendri.

Langkah-langkah cepat ini diharapkan dapat mengembalikan marwah Kabupaten Brebes sebagai lumbung pangan yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga mampu menyejahterakan para petani yang menjadi pahlawan pangan daerah.

dr. Heru Padmonobo Resmi Pimpin Dinkesda Brebes, Janjikan Layanan Kesehatan Lebih Baik


dr. Heru Padmonobo Resmi Pimpin Dinkesda Brebes, Janjikan Layanan Kesehatan Lebih Baik

BREBES,brdnusantara.news.blog – Sektor kesehatan Kabupaten Brebes resmi memiliki kepala dinas definitif baru. Dalam serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat pada pagi Senin (9/2/2026), tongkat estafet kepemimpinan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) diserahkan dari Pelaksana Tugas (Plt) dr. Tambah Raharjo kepada dr. Heru Padmonobo, M.Kes.

Dalam pidatonya, dr. Tambah Raharjo menyampaikan pesan penting mengenai kebersamaan dan kekompakan. “Saya percaya bahwa kebersamaan dan kekompakan kita akan membawa Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes menjadi lebih baik dan lebih maju,” ujarnya, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja sama selama ini.

Sementara itu, dr. Heru Padmonobo menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Brebes. “Saya berjanji untuk bekerja keras dan berdedikasi tinggi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Brebes, serta memajukan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes,” katanya, menambahkan bahwa ia akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Pergantian pimpinan ini diharapkan membawa energi segar dalam mengatasi tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari penguatan puskesmas hingga program unggulan kesehatan. Setelah prosesi sertijab, suasana kekeluargaan tampak erat, dengan visi bersama untuk mewujudkan kesehatan Brebes yang “Berhias” (Bersih, Hijau, Indah, Aman, dan Sehat).

Sebagai bukti komitmen proaktif, dr. Heru langsung melakukan tinjauan pelayanan kesehatan masyarakat dan memastikan tenaga kesehatan dapat menjangkau warga hingga ke depan pintu rumah. Jajaran Dinkesda Brebes optimis dapat memberikan pelayanan yang lebih dekat, hangat, dan merata dengan kepemimpinan baru ini.

Dinbudpar Brebes Gandeng Digitalisasi dan Sport Tourism untuk Naik Kelas Jadi Destinasi Wisata Unggulan


Dinbudpar Brebes Gandeng Digitalisasi dan Sport Tourism untuk Naik Kelas Jadi Destinasi Wisata Unggulan
BREBES, brdnusantara.news.blog – Kabupaten Brebes siap menggebrak sektor pariwisata dengan strategi baru yang menggandeng digitalisasi dan sport tourism. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Brebes Fajar Adi Widiarso kepada awak media pada Senin (9/2/2026), setelah resmi menjabat dan membawa visi untuk mengoptimalkan potensi wisata daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kami akan membuat Brebes menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif,” ujar Adi.

Salah satu fokus utama adalah digitalisasi kebudayaan dan pariwisata. Menurutnya, kemajuan sektor ini tidak bisa terlepas dari ruang digital. Langkah yang akan diambil meliputi pendataan aset budaya secara daring, penyusunan kalender event digital terintegrasi, hingga promosi destinasi melalui media sosial dan kanal resmi Pemkab Brebes. “Kalau tidak masuk ke ruang digital, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, sport tourism akan dikembangkan sebagai magnet baru. Konsep yang diusung adalah olahraga rekreasi yang dikemas sebagai event wisata, yang diharapkan dapat mendatangkan peserta dan penonton sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Beberapa agenda sudah disiapkan, antara lain trail run di kawasan wisata alam seperti Kaligua, Waduk Penjalin, dan Waduk Malahayu.

“Sport tourism adalah peluang besar untuk menggerakkan pariwisata sekaligus ekonomi lokal Brebes,” jelas Adi.

Dengan kombinasi kedua strategi tersebut, Dinbudpar menargetkan pariwisata Brebes tumbuh lebih agresif dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar identitas lokal. “Kami berharap pariwisata Brebes tak lagi ingin jadi penonton. Di sektor ini kita harus bisa bergerak cepat, berani berubah, dan siap bertarung di panggung yang lebih luas,” pungkasnya.

Suaranya Orang Jawa Tengah

Selamat Datang brdnusantara.news.blog

Suaranya Orang Jawa Tengah

Skip to content ↓

Design a site like this with WordPress.com
Get started