Diketahui, bus itu melaju tanpa dikemudikan oleh sopir.
Detik detik bus berjalan menuruni dari lokasi parkir
TEGAL – Bus rombongan ziarah terjun ke jurang di objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (7/5/2023). Diketahui, bus itu melaju tanpa dikemudikan oleh sopir.
Sopir bus Romiani mengatakan bus datang ke wisata guci pada Sabtu 21.00 WIB. Para peziarah menginap semalam di sana. Pada pagi hari bus dipanaskan dan beberapa penumpang sudah naik.
“Tapi saat itu bus tiba-tiba jalan sendiri dan masuk ke sungai,” kata Romaini.
Menurutnya bus yang dikendarainya tidak mengalami masalah. Bahkan saat ziarah ke Cirebon dan Pemalang perjalanan lancar-lancar saja.
“Pada saat itu ganjel sudah lengkap, dan rem tangan sudah lengkap. Nggak terduga tiba-tiba jalan sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah penumpang bhs sekitar 50 orang. Namun saat mobil jatuh itu penumpang hanya sebagian dan sebagian belum pada naik.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih mendata jumlah korban. Sejumlah penumpang yang luk-luka dibawa ke rumah sakit terdekat. (*)
TEGAL – Bus pariwisata terjun ke sungai di wilayah objek wisata Guci Kabupaten Tegal, Minggu (7/5/2023). Lokasinya berada di jembatan dekat Wahana Asfana Guci.
Pantuan Awak media di lapangan, kondisi bus terbalik di sungai. Menurut informasi di lapangan bus itu sedang turun dari parkiran atas.
Diketahui, bus tersebut berasal dari Tanggerang yang sedang melakukan perjalanan ziarah ke Cirebon, Pemalang, lalu ke Guci. Rencanya, rombongan akan bertolak ke Pekalongan.
Salah satu pedagang kopi di lokasi Mohamad Awli mengaku saat kecelakaan posisinya tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Tiba-tiba bus pariwisata tersebut turun ke bawah dan masuk ke sungai. Pada saat itu sontak penumpang di dalam bus teriak dan masyarakat sekitar menolongnya,” katanya.
Ada puluhan orang yang ada di dalam bus. Sampai berita ini ditulis penumpang bus yang luka-luka sedang dievakuasi dan didata. (*)
Tim Gabungan Polda Jateng dan Polres Brebes saat mengamankan para terduga pelaku bentrok dua kelompok pemuda Desa Kertabasuki dan Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes,Jum’at/4/5/petang.
BREBES – Tim Gabungan Polda Jateng dan Polres Brebes berhasil mengamankan sebanyak 12 terduga pelaku bentrok dua kelompok pemuda Desa Kertabasuki dan Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, Jumat (4/5/2023) petang.
Dalam bentrok itu, seorang pemuda warga Desa Kertabasuki Ahmad Yahya (25), tewas akibat mengalami luka tusukan. Sementara 3 rekan lainnya mengalami luka sabetan benda tajam dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes.
Tim gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq tiba di lokasi kejadian sejak sore hingga petang. Setelah menyisir di sejumlah lokasi, satu per satu terduga pelaku diamankan dan digelandang ke rumah tahanan Polres Brebes.
Selain mengamankan 12 terduga pelaku, Kapolres menyatakan sejumlah barang bukti juga sudah diamankan. Di antaranya, senjata tajam dan pakaian korban.
“Tak sampai 1×24 jam, alhamdullilah tim gabungan Polda Jateng dan Polres Brebes berhasil mengamankan 12 terduga pelaku pengroyokan. Anggota kami terus melakukan penjagaan dan memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” kata Guntur M Tariq.
Kapolres juga sempat menyambangi kediaman korban untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung kepada pihak keluarga korban.
“Saya berbelasungkawa atas kepergian korban, tapi situasi seperti ini kepala harus tetap dingin. Sehingga persoalan yang terjadi bisa segera selesai dan masyarakat saya pastikan tetap aman,” pungkasnya. (*)
Polisi tengah melakukan penyelidikan di lokasi tawuran pemuda di Brebes.
BREBES- Duel dua kelompok pemuda yakni sekelompok pemuda Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes dan sekelompok pemuda Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terlibat duel di ruas jalan Desa Kaliliwngi, tepatnya komplek areal tambak, Kamis (04/05/23) dinihari, sekitar pukul 00.30 WIB.
Satu korban tewas yakni Ahmad Yahya (25), warga Desa Kertabesuki, mengalami luka bacok pada bagian punggung dan diduga meninggal dilokasi kejadian.
Sementara 3 rekan lainnya Toni (26), Arfi (22), dan Sudung maulana (23),. hingga kini masih menjalani perawatan intensif si RS Bhakti Asih Brebes,.
Salah satu korban selamat, Arfi mengungkapkan, kronologis kejadian tawuran terjadi di Desa Kaliwlingi, awalnya berniat membantu rekannya untuk menyelesaikan masalah dengan warga Desa Kaliwlingi.
Mereka berlima datang ke Desa Kaliwlingi Sampai di desa itu, mereka dihadang belasan warga Desa Kaliwlingi yang sudah siap dengan berbagai senjata tajam.
“Kami ke sana cuma mau bantu teman saya yang punya masalah dengan warga Desa Kaliwlingi. Sampai di sana, tepatnya di jalan area tambak, kami dihadang warga Kaliwlingi yang sudah bawa senjata tajam. Di lokasi itu kami dikeroyok. Teman saya yang meninggal dunia itu tercebur di tambak dan langsung dihabisi dengan sajam,” kata Arfi yang saat ini masih terbaring di RS Bhakti Asih Brebes, Kamis (04/05/23) siang.
Dia mengaku dirinya tidak mengetahui permasalahan apa yang memicu terjadinya pengeroyokan tersebut. Namun ia hanya berniat membantu untuk menyelesaikannya.
Nahas, kedatangan mereka langsung disambut warga Desa Kaliwlingi yang justru sudah siap menghabisi para korban. Tak siap dengan kondisi tersebut, mereka pun terkepung dan terjadi pengeroyokan. “Kami tidak ada yang bawa sajam karena niatnya mau menyelesaikan masalah saja. Orang yang mengeroyok kami kurang lebih ada 15 orang,” jelasnya.
“Kami tidak ada yang bawa sajam karena niatnya mau menyelesaikan masalah saja. Orang yang mengeroyok kami kurang lebih ada 15 orang,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Brebes AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda.
Kasat Reskrim Polres Brebes AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda menjelaskan, pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian yang berada di area tambak Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes.
Dari aksi pengeroyokan tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka-luka. Hasil pemeriksaan medis sementara, korban meninggal mengalami luka tusuk.
“Saat ini Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes masih melakukan penyelidikan di lapangan. Dari informasi yang kami peroleh, para pelaku diduga lebih dari lima orang yang berada di TKP, dan identitas para pelaku masih kita dalami,” pungkasnya.
Ketua DPRD Brebes M.Taufik saat menyaksikan PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin melakukan penandatanganan deklarasi kurikulum Merdeka Belajar di Kabupaten Brebes.
BREBES- Di masa pandemi Covid-19, pembelajaran hybrid dinilai solusi paling tepat untuk mewujudkan standar pendidikan yang berkualitas dengan peningkatan kemampuan belajar, pemanfaatan lingkungan secara maksimal, sarana dan prasarana yang baik, evaluasi dan monitoring yang terukur dan terencana, serta hubungan yang baik antara sekolah dengan masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Brebes dan DPRD Brebes mendukung Kurikulum Merdeka belajar yang salah satunya yakni progamnya menerapkan belajar hybrid di sekolah. Hal in terungkap saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yang digelar di Alun-alun Brebes, Selasa (02/05/23) pagi.
Bahkan, usai upacara digelar nampak penandatanganan deklarasi bergerak bersama semarakan Merdeka Belajar di Kabupaten Brebes tahun 2023, yang dilakukan oleh Pj. Bupati Brebes Urip Sihabudin, Ketua DPRD Brebes M. Taufik serta jajaran Forkompimda lainnya serta para pegiat pendidikan di Kabupaten Brebes.
Untuk itu, Pj Bupati Brebes menekankan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), supaya bisa berkreasi baru, yakni membuka ruang bagi pelajar supaya berkarya sebanyak banyaknya, bisa berinovasi baik didalam kelas maupun di alam.
“Alam ini kan sangat luar biasa sehingga perlu digali untuk pengembangan pribadi dan membantu pemerintah sehingga diharapkan SDM pelajar kedepannya bisa jauh lebih baik lagi,” harap Urip.
Sementara Kepala Dindikpora Brebes, Caridah mengungkapkan, optimisnya penerapan kurikulum Merdeka Belajar akan mampu dengan harapan sekolah yang lebih baik. Apalagi sebentar lagi akan launching belajar hybrid yang merupakan sebuah program dari Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dindikpora.
“Belajar hybrid tujuannya, yakni bisa menurunkan angka anak putus sekolah, atau anak tidak sekolah (ATS), melalui gerakan kembali bersekolah yang berinovasi pada kelas hybrid. Jadi kelas hybrid ini diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak sekolah, anak SD yang tidak melanjutkan maka Pemkab Brebes menyiapkan kelas hybrid,” jelas Caridah.
Belajar hybrid, menurut beliau dikhususkan untuk siswa dari kalangan kurang mampu, sehingga mampu menurunkan ATS dan meningkatkan IPM di Kabupaten Brebes. Sementara kelas hybrid di Kabupaten Brebes baru ada 3 yakni di SMP 3 Paguyangan SMP 2 Ketanggungan dan SMP dan SMP 5 Brebes.
“Jadi kami minta disosialisasikan, agar anak-anak di Kabupaten Brebes yang tidak sekolah tatap muka bisa sekolah melalui kelas hybrid untuk jenjang SLTP, tegas Kepala Dindikpora Brebes.
Terpisah, Katua Komisi IV DPRD Brebes, Tri Murdiningsih, menyambut baik rencana Pemkab Brebes melalui Dindikpora yang akan membuka program belajar hybrid di sejumlah sekolah di Kabupaten Brebes.
“Harapan kami dengan kurikulum Merdeka belajar bisa meningkatkan SDM dan IPM Kabupaten Brebes melalui program-program bidang pendidikan. Gerakan kembali bersekolah dalam kelas hybrid perlu diterapkan di sekolah sekolah sebagai salah satu pencegahan anak putus sekolah maupun anak tidak sekolah,” pungkasnya.[*]
PEMALANG – Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya memberikan hadiah masing-masing satu ekor kambing kepada 3 personil dengan kinerja terbaik selama digelarnya Operasi Ketupat Candi 2023 di Polres Pemalang, Selasa (2/5/2023).
“Hadiah diserahkan kepada anggota yang berprestasi saat digelarnya Apel konsolidasi Operasi Ketupat Candi 2023 di halaman Mapolres Pemalang,” kata Kapolres Pemalang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya.
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi tahun 2023, lanjut Yovan, setiap anggota Polres Pemalang harus melaporkan apa saja kegiatannya secara real time, baik yang di Pospam maupun personil Satgas.
“Karena anggota sudah melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin, hari ini kami berikan penghargaan sebagai stimulus dan penyemangat bagi yang sudah berprestasi,” lanjutnya.
Kapolres Pemalang mengatakan, dirinya memberikan hadiah kambing kepada personilnya, setelah berkoordinasi dengan para peternak kambing di wilayah Kabupaten Pemalang.
“Saya ambil kambingnya dari kandang mereka (peternak kambing), dengan harapan perekonomian dapat berjalan dengan baik,” terangnya.
Kapolres Pemalang mengatakan, dirinya juga mengarahkan personilnya yang akan berkurban pada hari raya Idul Adha mendatang untuk dapat membeli kambing langsung ke peternaknya.
“Ini kan menjelang Idul Adha, hadiah kambing yang diberikan bisa digunakan untuk berkurban dengan keluarganya,” ujar dia. “Atau kalau mau digunakan untuk syukuran pasca lebaran, juga bisa,” imbuhnya.
Salah seorang personil yang menerima hadiah kambing, Briptu Lutfinda menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Pemalang yang telah memberikan motivasi kepada anggotanya yang berprestasi.
“Sebelumnya saya belum pernah dapat reward sama sekali, apalagi ini sekali dapat, dapat kambing, alhamdulillah,” kata Briptu Lutfinda.
Personil lainnya yang menerima hadiah kambing, Brigadir Dumadi Sony Putra mengatakan, rencananya kambing tersebut akan digunakan olehnya untuk syukuran bersama rekan-rekannya satu kantor.
“Rencana kambingnya akan saya potong, dan akan saya bagikan ke rekan-rekan satu kantor, sebagian lagi akan saya sumbangkan kepada yang membutuhkan,” kata Brigadir Dumadi Sony Putra. (*)
KABUPATEN SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membangun rest area fungsional di ruas Tol Semarang-Solo untuk memperlancar arus mudik dan balik lebaran 2023.
Rest area fungsional ini berada di KM 444b tepatnya di ruas tol antara Bawen dan Salatiga. Rest area tersebut masih dalam proses pembangunan, namun difungsikan sementara untuk melayani pemudik.
“Jadi saya di rest area Km 444b di tol antara Bawen-Salatiga. Ini adalah rest area dari Pemprov Jateng yang sifatnya fungsional, belum selesai,” kata Ganjar di lokasi, Rabu (19/4/2023).
Ganjar menyebutkan, berbagai fasilitas penunjang yang ada di rest area ini. Mulai dari tempat jualan UMKM, layanan terapi modern, layanan kesehatan, hingga mushola.
Di rest area 444b juga tersedia toilet umum, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) modular, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
“Jadi kalau capek bisa mampir. Ada SPKLU juga di sini. Jadi kalau yang pakai mobil listrik ini bisa istirahat sambil ngecas,” tandas Ganjar.
Selain fasilitasnya yang lengkap, Ganjar menyebut pemandangan di rest area ini sangat cocok dinikmati para pemudik saat lelah perjalanan. Pasalnya, ada panorama Gunung Ungaran yang menyejukkan mata.
“Jadi kalau capek bisa mampir. Ada SPKLU juga di sini. Jadi kalau yang pakai mobil listrik ini bisa istirahat sambil ngecas,” tandas Ganjar.
Selain fasilitasnya yang lengkap, Ganjar menyebut pemandangan di rest area ini sangat cocok dinikmati para pemudik saat lelah perjalanan. Pasalnya, ada panorama Gunung Ungaran yang menyejukkan mata.
“Tempatnya enak, pemandangannya bagus, ke kiri bisa melihat gunung ungaran, kalau ke kanan bisa melihat pohon durian. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, masyarakat yang mudik kalau capek bisa istirahat di sini,” kata Ganjar.
Setelah arus mudik dan balik selesai, Ganjar menyebut Pemprov Jateng akan membangun tempat istirahat terpadu permanen di titik yang sama dengan luas lahan total tujuh hektare.
“Diteruskan (fungsinya setelah masa mudik) karena kami sudah mendapat alokasi daerah ini. Termasuk seluruh izin-izinya jadi mau dijadikan rest area beneran,” kata Ganjar.
Berdasarkan pantauan di Jalan Tol Semarang-Solo, kendaraan pemudik dari berbagai daerah mulai memadati jalur A pada arus mudik Lebaran 2023. Sementara, arus kendaraan pada ruas jalur B masih tampak lengang. (*)
Mudik Resmob Brebes Tangkap Buronan pembunuh pedagang sate di Alun -alun
BREBES- Niat pulang mudik untuk merayakan Lebaran di kampung halaman di Brebes Jawa Tengah, seorang buronan pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia, harus berlebaran di dalam jeruji besi, setelah ditangkap Tim Resmob Polres Brebes, pimpinan Aiptu Titok Ambar Pramono, Selasa (18/04/23) kemarin.
Pelaku Alvin Muhani (26), warga Desa Kupu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ditangkap setelah polisi mendapatkan laporan warga. Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas polisi karena saat digelandang ke Mapolres Brebes berusaha kabur dan melawan petugas.
KBO Satreskrim Polres Brebes Iptu Puji Haryati mengatakan, pelaku merupakan buronan dalam kasus pengeroyokan seorang pedagang sate di Alun-alun Kota Brebes, pada Rabu (04/10/20) silam, sekitar pukul 22.30 WIB.
Dimana kala itu, pelaku bersama rekannya yang lain, Sofan (26) warga Desa Pebatan Kecamatan Wanasari, yang sebelumnya sudah ditangkap dan telah menjalani proses hukum. Melakukan pengeroyokan terhadap seorang pedagang sate karena terpengaruh minum-minuman keras.
“Korban sepulangnya berdagang bersama temannya seorang wanita, ketemu pelaku dan rekannya sedang minuman keras. Korban disuruh berhenti untuk ikut bergabung pesta miras di WC umum yang ada di komplek Alun-alun Brebes,” kata Iptu Puji, Rabu (19/04/23) siang, di Mapolres Brebes.
Korban yang menolak ikut minum, lalu pamit untuk pulang. Akan tetapi tidak diizinkan pelaku. Termasuk saat korban minta izin untuk membeli rokok. Permintaan itupun ditolak pelaku dan teman-temannya.
“Lalu, tiba-tiba pelaku dan temannya mengeroyok korban dengan menggunakan pecahan gelas. Termasuk korban disiram minuman keras dan dipukul dengan pecahan botol. Tidak sampai disitu, aksi keji pelaku memukul kepala korban dengan menggunakan paving hingga korban kehabisan darah dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Didepan penyidik, pelaku Alvin mengaku, selama dua tahun lebih dirinya kabur ke Jakarta untuk bekerja mencari ikan. Alvin baru beberapa hari pulang ke kampung halamannya di desa Kupu karena ingin merayakan Lebaran. Namun, apes Alvin justru dicokok polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Pelaku seorang residivis dan sudah sering bolak-balik keluar masuk penjara. Bahkan, sejak masih dibawah umur (anak-anak), sudah berurusan dengan polisi. Kalau tidak mencuri ya menganiaya orang lain,” tegas KBO Satreskrim Polres Brebes.
Brebes – Sedang melakukan penertiban Kendaraan barang terkait Surat Ketetapan Bersama tentang pembatasan/larangan melintas bagi kendaraan Barang Lebih dari 3 sumbu atau Jumlah Berat Yang Diijinkan (JBI) maksimal 14.000 kg saat arus mudik 2023, Senin 17 April 2023 mulai pukul 16.00 wib
Menurut Kasat Lantas Polres Brebes AKP Edi Sukamto menyatakan bahwa Kendaraan berat yang melintas di jalur pantura tersebut dimasukkan ke kantong Parkir yang ada di Pangkalan Truck Kecipir Losari Brebes.
“Hal ini merupakan implementasi dari SKB 3 mentri sebagai upaya untuk memperlancar arus mudik dengan prioritas kendaraan Penumpang seperti bus, mobil pribadi serta sepeda motor yang melintas baik di jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan serta nalur Tol” ujar Edi.
Pantura Brebes
Adapun perincian Pemberlakuan larangan melintas saat arus mudik bagi kendaraan beban mulai hari Senin 17 April 2023 mulai pukul 16.00 wib sampai Jumat 21 April pukul 24.00 wib. Sementara saat Arus Balik pada Periode Pertama yaitu mulai Senin 24 April s/d 26 April 2023 dan Periode kedua 29 April s/d 2 Mei 2023.
Yang masih ngeyel melintas akan kita kandangkan di kantong-kantor parkir yang sudah kita sediakan baik di jalur pantura, tengah mauoun selatan.
“Jangan sampai melintasnya kendaraan beban ini jadi menghambat perjalanan para pemudik khausnya yang melintas di wilayah Brebes. Kecuali untuk Truk yang mengangkut Sembako, Ternak, BBM dan Migas” Pungkas Edi.[*]
TEGAL – Dewan Pimpinan Daerah Rumah Sandiaga uno Indonesia (DPD-RSI) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan tahunan di bulan suci Ramadhan. Yakni membagikan ratusan takjil untuk berbuka puasa di depan GOR Trisanja Slawi, Senin (17/04/2023) sore.
Pembagian ratusan takjil merupakan kegiatan dan agenda setiap tahun DPD RSI yang diberikan kepada para kaum duafa, para pejalan kaki serta para pengendara baik roda dua atau roda empat.
Ketua DPD RSI Kabupaten Tegal, M. Sukron saat ditemui PanturaPost di lokasi pembagian takjil mengatakan, kegiatan ini adalah agenda rutin setiap tahun. Selain membagikan takjil, pihaknya mengadakan buka bersama yang diikuti pengurus RSI dan masyarakat sekitar.
“Kami juga akan mengadakan mudik gratis. Hari ini insyaallah akan dirembuk bersama pengurus yang lainnya, yang akan diadakan pada tanggal 30 April 2023,” tutur Sukron.
Sukron mengungkapkan, pihaknya akan memberangkatkan pemudik seperti tahun lalu pada arus balik menuju Jakarta gratis.
“Rencana 1 bus yang akan kami siapkan, gratis, bisa kembali ke Jakarta dengan aman dan lancar. Mudah-mudahan dengan berbagi kebaikan menjadi berkah tersendiri dan melancarkan rezeki kita semua,” pungkasnya. (*)
PEMALANG – Polres Pemalang memastikan kesiapannya dalam menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik hingga arus balik yang melintas di wilayah Kabupaten Pemalang, baik melalui jalur tol, maupun jalur non tol di Pantura dan arteri dalam kota.
“Sejumlah 4 pos sudah kita dirikan, yakni Pos Pelayanan Rest Area 319B Pemalang, Pos Pelayanan Randudongkal, Pos Pengamanan Alun-alun Kabupaten Pemalang, serta Pos Terpadu di Exit Tol Gandulan,” kata Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya usai memimpin apel gelar pasukan Ops Ketupat Candi 2023 bersama Forkopimda di Alun-alun Kabupaten Pemalang, Senin (17/4/2023).
Sebanyak 838 personil gabungan TNI-Polri dan stakeholder terkait, lanjut Yovan, juga telah siap untuk disiagakan dalam menjamin keamanan dan kelancaran pemudik mulai Selasa (18/4/2023) dini hari pukul 00.00 WIB
“Kami juga menyiapkan Tim Raimas dengan kendaraan roda dua, untuk membantu pemudik yang mengalami permasalahan, khususnya di jalan tol,” ujarnya.
“Seperti kehabisan bensin, kerusakan kendaraan, hingga kecelakaan lalu lintas, agar mereka (pemudik) dapat kita bantu dengan cepat,” imbuh Kapolres.
Terkait kesiapan One Way, Kapolres Pemalang mengatakan, Polres Pemalang juga memastikan kesiapannya untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik, apabila kebijakan One Way dan Contraflow dilaksanakan secara serentak di jalan tol dari Cikampek hingga Kalikangkung.
“Pastinya akan berdampak di jalur Pantura dan arteri dalam kota, namun hal tersebut sudah kita antisipasi dengan menyiapkan tim urai, dan diback up oleh stakeholder terkait,” kata Kapolres Pemalang. Pada kesempatan tersebut, Kapolres Pemalang menyampaikan beberapa imbauan kepada para pemudik, khususnya pengguna jalan tol.
“Bagi pemudik pengguna jalan tol, apabila capek beristirahatlah di rest area, jangan berhenti di bahu jalan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” jelas Kapolres. “Kami juga mengimbau, saat ada pemudik yang akan meninggalkan rumah, agar para tetangga untuk peduli, dengan mengingatkan dan memastikan apakah pintu rumah telah terkunci dan kompor sudah dimatikan,” imbuh Kapolres Pemalang.
Setelah digelar apel gelar pasukan, Polres Pemalang juga menggelar pemusnahan barang bukti hasil kegiatan kepolisian rutin yang ditingkatkan (KRYD).
“KRYD sengaja dilaksanakan oleh Polres Pemalang untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif selama bulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1444 H,” kata Kapolres Pemalang.
Kapolres Pemalang mengatakan, rincian barang bukti hasil KRYD yang disita dan dimusnahkan, yakni sejumlah 3.534 botol minuman beralkohol tanpa ijin dari segala merk serta 250 knalpot brong. “Tidak hanya barang bukti minuman beralkohol dan knalpot brong saja yang telah dimusnahkan, namun juga terdapat 7.693 petasan yang telah dikirim ke Polda Jateng untuk dimusnahkan secara terpusat,” kata Kapolres Pemalang. (*)
Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat memakaikan helm kepada anggota.
TEGAL – Polres Tegal menggelar apel kesiapan menghadapi Operasi Ketupat Candi 2023, Senin (17/4/2023). Dalam apel yang digelar di halaman Mapolres itu dilakukan penyerahan perlengkapan perorangan berupa helm, ban lengan dan tas untuk Bhabinkamtibmas.
Penyerahan perlengkapan juga diterima oleh tim urai, Polantas dan Samapte yaitu berupa jaket, perbaikan kendaraan operasional roda 2 dan rotator serta sirine.
Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun berharap perlengkapan tersebut digunakan sesuai peruntukkannya, dirawat dan dijaga.
Polres Tegal menyiapkan 50 personil tim urai yang terdiri dari Polantas dan Samapta serta di back up Sat Brimob Polda Jawa Tengah sebanyak 50 personil. (*)
Pengecekan kendaraan untuk pengamanan arus mudik usai Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2023 di halaman Mapolres Brebes.senin 17/4/2023.
BREBES – Jajaran Polres Brebes melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2023 di Halaman Mapolres Brebes, Senin (17/4/2023). Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Plt Bupati Brebes Urip Sihabudin.
Hadir dalam kegiatan apel, Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq, Dandim 0713 Lekol Inf Tentrem Basuki, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan serta jajaran OPD dan Dinas terkait lainya.
Kapolri dalam sambutanya yang dibacakan oleh Plt Bupati Brebes menerangkan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi Ketupat Candi tahun 2023.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan hari raya idul Fitri 1444 H.
“Polri bersama stekholder terkait berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara optimal melalui operasi terpusat dengan sandi ketupat 2023 selama 14 hari sejak 18 April sampai dengan 1 Mei 2023,” jelasnya.
Urip menerangkan, kegiatan operasi tersebut telah diawali dengan kegiatan pada 10-16 April 2023 dan akan dilanjutkan pasca operasi tanggal 2 sampai dengan 9 Mei 2023.
Ia menjelaskan, Operasi Ketupat 2023 secara terpusat melibatkan 148.261 personil gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas Pertamina, jasa Raharja, jasa marga Satpol PP, dinas perhubungan, dinas kesehatan, pramuka dan mitra kamtibmas lainnya.
“Para personel tersebut nantinya akan menempati 2.787 pos dengan rincian 1857 pos pengamanan, 713 pos dan 217 pos terpadu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq menyebutkan dalam pengamanan OKC tahun 2023, Polres Brebes mendirikan sebanyak 20 Pos pengamanan (Pospam). Dengan rincian 1 Pos Terpadu di Gate Tol Pejagan, 10 Pospam dan 3 Pos pelayanan disepanjang jalur Mudik baik dan 6 Pospam Obyek Wisata.
“Ada 20 pos yang kami dirikan. Dimana pos tersebut untuk memberikan pelayanan dan pengaman kepada pemudik baik yang melalui jalur tol, jalur arteri Pantura maupun pospam di obyek wisata,” jelas AKBP Guntur
Ia menambaahkan sebanyak 390 personel Polres juga diterjunkan dalam pengamanan mudik lebaran tahun ini.
“Mereka akan dibantu oleh TNI dan instansi terkait lainnya untuk mengamankan Operasi Ketupat Candi 2023 di wilayah Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (*)
Pemusnahan dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.
Polres Brebes Polda memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) dan petasan,Senin (17/4/2023.
BREBES – Polres Brebes Polda memusnahkan ribuan botol minuman keras (Miras) dan petasan. Pemusnahan miras tersebut dilakukan di halaman Mapolres Brebes dengan cara dilindas menggunakan alat berat, Senin (17/4/2023).
Pemusnahan disaksikan oleh jajaran Forkopimda dan tokoh agama serta sejumlah tamu undangan lainya usai pelaksanaan Gelar pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2023
Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq mengatakan ribuan botol miras tersebut disita oleh jajaranya melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan selama bulan Ramadhan.
“Polres Brebes berhasil menyita 3.365 botol minuman keras berbagai merek dan 892 liter Miras jenis Tuak. Miras tersebut disita dari toko dan penjual minuman keras tanpa izin di wilayah hukum Polres Brebes, termasuk polsek-polsek jajaran,” kata Guntur M Tariq.
Selain Miras, lanjut dia, petugas juga menyita ribuan petasan berbagai jenis. Selain itu juga disita ratusan knalpot Brong.
Menurut dia, razia tersebut akan terus dilakukan sampai dengan perayaan dan pasca idul Fitri.
“Hal tersebut dilakukan untuk menjaga Kamtibmas diwilayah Kabupaten tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)
Puluhan Linmas di latih pengaturan arus lalu lintas untuk pengamanan mudik.
BREBES-Jajaran Satlantas Polres Brebes, menggembleng puluhan Linmas untuk dilatih pengaturan lalu lintas (lalin), Sabtu (15/04/23) pagi. Linmas yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan/Kabupaten Brebes itu, digembleng untuk diperbantukan dalam pengamanan arus mudik Lebaran di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes.
Aksi kocak pun terlihat saat para Linmas yang rata-rata usianya sudah tidak muda lagi, saat latihan baris berbaris. Dimana mereka terlihat kaku saat memperagakan gerakan baris berbaris.
Selain dilantik terkait pengaturan lalin, para Linmas itu juga diberikan bantuan alat pengatur lalin. Di antaranya, bendera pengatur lalin, lampu pengatur lali dan seragam khusus.
“Khusus pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jalingkut Brebes, kami akan dibantu sedikitnya 30 personel Linmas. Namun sebelum diterjunkan, mereka kami latih lebih dahulu, sehingga pengamanan bisa maksimal,” ungkap Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Edi Sukamto, usai membuka latihan lalin bagi Linmas di halaman Satlantas Polres Brebes.
Dia menjelaskan, diterjunkannya Linmas untuk membantu pengamanan arus mudik dan balik Lebaran itu, mengingat keterbatasannya jumlah personel Polri. Mereka nantinya ditugaskan untuk menjaga setiap persimpangan jalan atau perpotongam arus di sepanjang Jalingkut Brebes.
Hal itu berkaitan dengan rekayasa lalin yang akan ditetapkan selama arus mudik dan balik Lebaran. Sebab, nantinya untuk jalur pantura Kota Brebes, semua kendaraan roda empat atau lebih dari Barat menuju Timur, akan diarahkan masuk Jalingkut di simpang tiga Bangsri Kecamatan Bulakamba. Sedangkan sepeda motor diperbolehkan masuk ke Kota Brebes melalui jalur pantura.
“Ini kami berlakukan karena ada pekerjaan perbaikan Jembatan Sungai Pemali yang belum selesai. Titik itu menjadi perhatian karena rawan kemacetan,” tegas AKP Edi Sukamto.
Selain Linmas, lanjut dia, pelatihan pengaturan lalin juga sudah diberikan kepada puluhan sukarelawan pengatur lalu lintas. Mereka nantinya juga akan dilibatkan dalam pengamanan arus mudik, khususnya di titik perputaran kendaraan di jalur pantura Brebes.
“Kami berharap Linmas dan sukarelawan pengatur lalu lintas ini, bisa bertugas sesuai fungsinya. Sehingga, arus mudik di Brebes berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.[*]
You must be logged in to post a comment.