BREBES, JAWA TENGAH – Kabel Fiber Optik Semrawut di Jalan Proklamasi dan Berbagai Wilayah Kabupaten Menimbulkan Ancaman Keselamatan, Warga Pasang Tanda Darurat Plastik
brdnusantara.news.blog – , 22 Januari 2026 – Pemerintah daerah di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Brebes didorong untuk segera menertibkan jaringan kabel fiber optik yang terpasang tidak sesuai standar di ruang publik. Kondisi kabel yang menggantung rendah, menjuntai tak beraturan, atau dipasang secara asal-asalan tidak hanya merusak estetika kota dan desa, tetapi juga menjadi potensi bahaya serius bagi keselamatan masyarakat.
Jaringan fiber optik yang kini telah menjangkau berbagai wilayah – mulai dari jalan utama, kawasan permukiman, perkantoran, sekolah, hingga desa-desa – seringkali ditemukan dalam kondisi instalasi yang tidak tertata. Di Kabupaten Brebes, masalah ini terlihat jelas di sejumlah ruas jalan, salah satunya di Jalan Proklamasi, dimana kabel fiber optik tampak hanya beberapa sentimeter di atas ketinggian kepala orang dewasa.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, warga setempat secara mandiri memasang tanda darurat berupa plastik agar kabel mudah terlihat oleh pengguna jalan. “Ini cuma beberapa sentimeter di atas kepala, bisa tersangkut kalau lengah. Sengaja dipasangi tanda dengan plastik agar orang tahu ada kabel menggantung,” ujar Jamal (53), salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, pada Selasa (19/1/2026).
Keluhan serupa juga datang dari pengendara sepeda motor. Agus (43), seorang pengendara rutin melintas di wilayah tersebut, mengaku kerap kali harus menundukkan badan saat melewati beberapa titik karena ketinggian pemasangan kabel terlalu rendah.
Sutrisno, aktivis dan pemerhati lingkungan, mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kondisi tersebut. “Pembiaran terhadap kabel fiber optik yang semrawut bukan hanya merusak wajah kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan serius dan menurunkan kualitas tata ruang publik kita,” tegasnya.
Aksi Konservasi Akbar: 68 Komunitas Bersatu Tanam 1.000 Pohon di Kaki Gunung Slamet, Brebes
BREBES,– brdnusantara.news.blog – Sebanyak 1.000 bibit pohon berhasil ditanam di kawasan Sijampang, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dalam sebuah aksi konservasi lingkungan yang masif pada hari ini, Minggu (14/12/2025). Aksi nyata yang bertajuk “Aksi Nyata Peduli Lingkungan” ini diinisiasi oleh kolaborasi luar biasa dari 68 komunitas dan organisasi dari berbagai daerah, mulai dari pecinta alam, relawan kebencanaan, hingga organisasi kepemudaan, yang bersatu demi kelestarian alam.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lahan Kritis
Penanaman seribu pohon ini memiliki tujuan utama yang strategis: memperkuat konservasi lahan kritis, mencegah erosi dan tanah longsor, serta mendukung gerakan Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional. Lokasi Sijampang di Desa Wanatirta dipilih secara spesifik karena merupakan daerah resapan air penting di kaki Gunung Slamet yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama saat musim hujan tiba.
Aksi ini menunjukkan sinergi luar biasa di mana puluhan komunitas bersatu padu, mengesampingkan perbedaan wilayah dan afiliasi, demi satu tujuan mulia: menjaga kelestarian alam. Para peserta dengan antusias menanam berbagai jenis bibit pohon yang dipilih secara cermat, termasuk pohon buah (seperti durian dan rambutan), kayu keras (seperti jati dan meranti), serta tanaman endemik Gunung Slamet, di lahan yang telah disiapkan bersama oleh panitia dan warga lokal.
Pesan Persatuan dan Tanggung Jawab Bersama
Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma yang menghadiri acara secara langsung menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi dalam kegiatan ini. “Kami sangat bangga melihat semangat persatuan dari 68 komunitas ini. Ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” ujar Bupati.
Dia menambahkan, “Penanaman seribu pohon ini bukan hanya seremoni, tapi langkah awal untuk memastikan Sijampang dan kawasan sekitar memiliki masa depan ekologis yang lebih baik. Kita harus terus bergerak agar daerah ini tidak lagi menjadi titik rawan bencana dan tetap berfungsi sebagai penyangga air bagi warga di sekitarnya.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran yang lebih luas di kalangan masyarakat tentang pentingnya reboisasi, terutama di wilayah pegunungan yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menyediakan tempat tinggal bagi satwa liar.
68 Komunitas dan Organisasi Peserta: Kekuatan Bersama
Keberhasilan acara ini adalah cerminan dari partisipasi aktif 68 komunitas dan organisasi yang mewakili semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan dari Brebes dan wilayah sekitarnya, antara lain:
Aksi ini menjadi catatan penting dalam upaya kolektif masyarakat Brebes dan sekitarnya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menanggulangi dampak perubahan iklim secara nyata. Panitia juga mengumumkan bahwa akan ada pemantauan rutin terhadap pertumbuhan pohon yang ditanam untuk memastikan keberhasilan program konservasi jangka panjang.
Banjir akibat luapan sungai Cisanggarung merendam ratusan rumah warga di Losari kabupaten Brebes Senin /3/4/2023/doc.polsek.losari .
BREBES – Banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung merendam permukiman warga di beberapa desa. Di antaranya, Desa Pekauman, Desa Randusari dan Desa Losari Kidul Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Senin (3/4/2023).
Selain permukiman, air luapan sungai mulai memendam jalan hingga persawahan sekitar pukul 05.00 WIB.
“Untuk daerah yang tergenang air di Desa Pekauman RT 06/RW 05, dengan ketinggian air 60 sentimeter. Dan juga, daerah terdampak di Desa Randusari dan Desa Losari Kidul,” kata Kapolsek Losari AKP Pardi.
Namun demikian, lanjut dia, masyarakat belum ada yang mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing.
“Sampai dengan saat ini Anggota Polsek Losari bersama Koramil Losari, Kecamatan Losari dan dibantu Anggota Polres Brebes dan BPBD Brebes telah berada di lokasi terjadinya banjir untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.[*]
You must be logged in to post a comment.