
BREBES – brdnusantara.news.blog – Puluhan warga Desa Kalimati mendatangi SDN Kalimati 1 pada Kamis, 27 November 2025, untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait rencana pembangunan dapur Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) di sekolah tersebut. Kedatangan warga ini bertujuan untuk menuntut agar rencana pembangunan tersebut dibatalkan.

Aksi ini kemudian direspon dengan pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Desa Kalimati, Lukman; Asif Fauzan dari Pemerintah Kabupaten Brebes; Torikin, Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwil) 1 Kecamatan Brebes; serta perwakilan dari MBG (nama lembaga perlu diklarifikasi).
Suasana pertemuan sempat memanas ketika perwakilan dari wilayah pendidikan Kecamatan Brebes menjelaskan mengenai status aset SDN 1 Kalimati. Aksi warga memukul dan menggebrak meja terjadi saat dijelaskan bahwa aset sekolah tersebut sudah tidak ada karena jumlah siswa yang kurang dari 30 orang.
Kepala Desa Kalimati, Lukman, dalam rapat yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.50, menyampaikan dengan tegas bahwa warga Desa Kalimati tetap menolak pendirian SPPG di lokasi sekolah.
Owi, selaku pemborong yang akan melaksanakan pekerjaan ini, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak aset daerah dan menunjuk SDN 1 Kalimati sebagai lokasi pembangunan. Namun, karena adanya penolakan dari warga, pihaknya terpaksa menghentikan rencana pembangunan tersebut.
“Karena warga menolak, akhirnya kita terpaksa tidak membangun di sini dan mengenai apa-apa yang sudah dikerjakan akan dikembalikan semula,” ujar Owi.
Dengan adanya penolakan ini, rencana pembangunan dapur SPPG di SDN Kalimati 1 dibatalkan, dan pihak pemborong berjanji akan mengembalikan kondisi lahan seperti semula.








You must be logged in to post a comment.