
BREBES – brdnusantara.news.blog – Para nelayan di Brebes yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) punya dua permintaan penting. Mereka ingin pemerintah mengurangi pajak hasil tangkapan ikan dan mempercepat pengerukan sungai Kluwut. Hal ini disampaikan oleh Bapak Ibung, perwakilan HNSI Brebes, di Desa Kluwut pada hari Kamis, 25 September 2025.

Pak Ibung menjelaskan bahwa ada sekitar 170 kapal nelayan di bawah naungan HNSI Brebes. Ada kapal besar (30 GT sampai 60 GT ke atas) sebanyak 120 buah, dan kapal kecil (di bawah 30 GT) sebanyak 50 buah. Setiap kali nelayan menjual hasil tangkapannya, mereka harus membayar pajak yang disebut PNBP. Untuk kapal kecil, pajaknya 5%, sedangkan kapal besar pajaknya 10%.
“Kami berharap, setelah presiden baru nanti, pajak ini bisa dikurangi. Untuk kapal kecil jadi 3%, dan kapal besar jadi 5% atau 7% saja,” kata Pak Ibung.
Selain itu, para nelayan juga berharap pemerintah menghitung biaya operasional mereka sebelum menarik pajak. Karena biaya melaut itu tidak sedikit.
Masalah lain yang dikeluhkan adalah sungai Kluwut yang belum juga dikeruk. Padahal, izin pengerukan sudah lama diajukan, tapi seperti diombang-ambing antara BBWS dan Kementerian Kelautan.
“Kami sangat berharap sungai ini bisa segera dikeruk sebelum tahun 2026. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik,” ujar Pak Ibung. Pengerukan sungai ini penting agar kapal nelayan bisa lebih mudah keluar masuk dan hasil tangkapan bisa lebih banyak.( A* )








You must be logged in to post a comment.