All posts by ✍️ 🤵 Adi

Online Media

Aksi Pembersihan Sungai Irigasi Wangandalem-Sangkal Putung, Soroti Kesadaran Warga Lokal


BREBESbrdnusantara.news.blog – Aktivitas pembersihan rutin di saluran irigasi utama yang melintasi daerah Wangandalem hingga Sangkal Putung, Brebes, terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, upaya keras para petugas di lapangan terancam sia-sia akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

10 Petugas Paruh Waktu Dikerahkan

Operasi pembersihan kali ini melibatkan sebelas orang petugas dari tim DPSDAPR (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Penataan Ruang) yang bertugas secara paruh waktu. Zudan Fanani, Kepala DPSDAPR, melalui Metik Kepala Bidang Irigasi, diwakili oleh Sadi selaku kepala pengelola irigasi setempat, menjelaskan bahwa timnya bekerja keras setiap hari untuk menjaga kebersihan saluran.

“Dari tim DPSDA, semuanya 11 orang. Ini termasuk paruh waktu (part time),” ujar Sadi saat diwawancarai di lokasi.

Sadi juga menambahkan bahwa tanggung jawab irigasi yang dikelolanya membentang luas, yakni “Dari perbatasan daerah Wangandalem sampai Sangkal Putung.”

Sampah Menumpuk, Petugas Kewalahan

Meskipun pembersihan dilakukan secara rutin, kondisi sungai kerap kali terlihat kotor akibat sampah yang dibuang oleh oknum masyarakat. Hal ini disayangkan oleh banyak pihak, mengingat pentingnya fungsi irigasi bagi pertanian—komoditas utama yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah Brebes.

Ketika ditanya mengenai minimnya partisipasi dan kepedulian masyarakat, Sadi menyampaikan keprihatinannya. “Kebersihan kali ya, itu kan tergantung masyarakatnya. Dan setiap hari bukan anak-anak (petugas) membersihkan sampah terus, tapi masyarakat juga,” katanya.

Pesan Tegas: Brebes Jangan Jadi “Kota Kunyuk”

Pada Senin (15 Desember 2025), Sadi menekankan bahwa masalah utama bukanlah pada petugas, melainkan pada kebiasaan buruk warga. Beliau berharap ada solusi nyata agar masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai. “Ya memang solusinya bagaimana biar masyarakat jangan buang sampah di kali,” tegasnya.

Bahkan masyarakat setempat yang tidak jauh dari lokasi pembersihan, Tangguh Bahari, melontarkan kritik keras dan metafora yang menusuk untuk menggambarkan bahaya pencemaran ini jika terus dibiarkan. “Jangan sampai Brebes berubah nama. Brebes, kota bawang merah dan terasin, berubah nama jadi kota kunyuk. Kunyuk kumuh dan banyak nyamuk,” pungkasnya, menggarisbawahi potensi bahaya kesehatan (seperti nyamuk pembawa penyakit seperti demam berdarah) dan hilangnya identitas Brebes sebagai kota penghasil komoditas pertanian unggulan.

Tangguh juga menekankan bahwa pembersihan saluran irigasi ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh warga Brebes untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Aksi Konservasi Akbar: 68 Komunitas Bersatu Tanam 1.000 Pohon di Kaki Gunung Slamet, Brebes


Aksi Konservasi Akbar: 68 Komunitas Bersatu Tanam 1.000 Pohon di Kaki Gunung Slamet, Brebes

BREBES,– brdnusantara.news.blog – Sebanyak 1.000 bibit pohon berhasil ditanam di kawasan Sijampang, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dalam sebuah aksi konservasi lingkungan yang masif pada hari ini, Minggu (14/12/2025). Aksi nyata yang bertajuk “Aksi Nyata Peduli Lingkungan” ini diinisiasi oleh kolaborasi luar biasa dari 68 komunitas dan organisasi dari berbagai daerah, mulai dari pecinta alam, relawan kebencanaan, hingga organisasi kepemudaan, yang bersatu demi kelestarian alam.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Lahan Kritis

Penanaman seribu pohon ini memiliki tujuan utama yang strategis: memperkuat konservasi lahan kritis, mencegah erosi dan tanah longsor, serta mendukung gerakan Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional. Lokasi Sijampang di Desa Wanatirta dipilih secara spesifik karena merupakan daerah resapan air penting di kaki Gunung Slamet yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama saat musim hujan tiba.

Aksi ini menunjukkan sinergi luar biasa di mana puluhan komunitas bersatu padu, mengesampingkan perbedaan wilayah dan afiliasi, demi satu tujuan mulia: menjaga kelestarian alam. Para peserta dengan antusias menanam berbagai jenis bibit pohon yang dipilih secara cermat, termasuk pohon buah (seperti durian dan rambutan), kayu keras (seperti jati dan meranti), serta tanaman endemik Gunung Slamet, di lahan yang telah disiapkan bersama oleh panitia dan warga lokal.

Pesan Persatuan dan Tanggung Jawab Bersama

Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma yang menghadiri acara secara langsung menyampaikan apresiasinya atas tingginya partisipasi dalam kegiatan ini. “Kami sangat bangga melihat semangat persatuan dari 68 komunitas ini. Ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” ujar Bupati.

Dia menambahkan, “Penanaman seribu pohon ini bukan hanya seremoni, tapi langkah awal untuk memastikan Sijampang dan kawasan sekitar memiliki masa depan ekologis yang lebih baik. Kita harus terus bergerak agar daerah ini tidak lagi menjadi titik rawan bencana dan tetap berfungsi sebagai penyangga air bagi warga di sekitarnya.”

Kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran yang lebih luas di kalangan masyarakat tentang pentingnya reboisasi, terutama di wilayah pegunungan yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menyediakan tempat tinggal bagi satwa liar.

68 Komunitas dan Organisasi Peserta: Kekuatan Bersama

Keberhasilan acara ini adalah cerminan dari partisipasi aktif 68 komunitas dan organisasi yang mewakili semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan dari Brebes dan wilayah sekitarnya, antara lain:

1. WIPALA
2. LRB MDMC Brebes
3. RAPI
4. RELICA
5. Jaga Rimba
6. Relawan Sirampog Peduli
7. Relawan Gunung Slamet
8. Mahapala Bumi (Univ Peradaban)
9. Mapala Sakti (UMBS)
10. Redkar
11. KPKN’45
12. Team Seven Dukuhturi
13. KLIK ADVENTURE
14. Garedha pala purbalingga
15. Celeng ngapak
16. curtina semarang
17. grasindo wonosobo
18. pemuda pancasila winduaji
19. Med- A banyumas
20. destana wanatirta
21. Pemuda pancasila pac paguyangan
22. stikpala wonosobo
23. BHV banyumas
24. ipchi ngapak raya
25. BA’J banyumas
26. Nekad pala banjar negara
27. BC patak banteng wonosobo
28. Cilacap camp
29. Destana cilibur
30. gempas sijampang
31. DESTANA DESA RAGATUNJUNG
32. FPRB “Jala Kala” Kutamendala
33. P2TKB (Paguyuban Pemuda Taman Kota Bumiayu)
34. GARANGGATI COMMUCATE BUMIAYU
35. Oi Brebes
36. Kupala Adventure
37. Presidium Gunung Slamet Menuju TN
38. celeng kluyuran magelang
39. SAR KAB BREBES
40. PALAMUST (UMUS BREBES)
41. SAKA Wanabhakti Bumiayu
42. Pelopor Hijau
43. BALA BALA
44. GMNI universitas peradaban
45. Bagana selatan
46. Exalos brebes
47. Ambulance siaga bresel
48. Pakujati RESCUE
49. BRAVO MAWAR HIJAU
50. segenap outdoor sirampog
51. LLHPB-Aisyiyah Brebes
52. LPBI NU sirampog
53. SIJ Brebes
54. PAGUYUBAN PEMUDA PASAR WAGE
55. SAKA WIRA KARTIKA Koramil 02 Jatibarang
56. BREBES CHAPTER
57. YBI DPC Brebes
58. DPD PPLH KAB. BREBES
59. PAC GRIB JAYA SIRAMPOG
60. PAC GRIB JAYA BUMIAYU
61. PSBM (Persatuan Sedulur Bumiayu Motor)
62. PMI Kabupaten Brebes
63. HAMIDA BREBES
64. H2 Bersaudara
65. Bravo mawar hijau DPD Brebes
66. udho tembakau (Munggang-Bumiayu)
67. SKI PEDULI KAB.BREBES
68. Sepakat Brebes Bermartabat (SBB)

Aksi ini menjadi catatan penting dalam upaya kolektif masyarakat Brebes dan sekitarnya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menanggulangi dampak perubahan iklim secara nyata. Panitia juga mengumumkan bahwa akan ada pemantauan rutin terhadap pertumbuhan pohon yang ditanam untuk memastikan keberhasilan program konservasi jangka panjang.

Pemkab Brebes Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Menghadapi Natal dan Tahun Baru


BREBES – brdnusantara.news.blog – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Acara dibuka langsung oleh Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma, di Balai Desa Padasugih, Brebes, Rabu (10/12/2025), dan disambut antusias oleh ratusan warga yang khawatir akan kenaikan harga bahan pokok menjelang liburan.

Dalam pidatonya, Bupati Paramitha menyatakan bahwa GPM bertujuan ganda: menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meringankan beban keuangan masyarakat. “Ini upaya nyata Pemkab Brebes menjaga stabilitas pangan dan harga di tingkat konsumen,” ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan bahan pokok untuk mencegah kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak terkontrol.

Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, antara lain beras, minyak goreng, gula, daging ayam, dan telur ayam. Kegiatan ini juga dirancang untuk mengendalikan inflasi daerah, sehingga harga pangan tetap stabil di pasar lokal. “Kami berharap kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat Brebes memenuhi kebutuhan pokoknya saat menghadapi perayaan,” tambah Paramitha.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Iskandar Agung, menambahkan bahwa GPM diharapkan dapat menahan laju inflasi dan memberikan akses mudah ke pangan murah. Kegiatan ini tidak berjalan sendirian, melainkan dilaksanakan bersama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, serta distributor pangan. “Kami juga secara terus-menerus memantau harga pasar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tidak terganggu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga ketahanan pangan daerah, Pemkab Brebes akan terus memperluas program serupa ke berbagai kecamatan di Brebes. Selama acara pembukaan GPM, Bupati Paramitha juga membagikan cadangan pangan berupa 208.940 kg beras, minyak goreng, dan produk pangan lainnya dengan harga diskon khusus. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang perayaan keagamaan.

“Brebes siap menghadapi lonjakan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi,” tegas Paramitha. Dia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan GPM dengan bijak. “Jangan ragu untuk membeli bahan pokok di GPM, karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau,” pungkasnya.

Pembaruan dan Klarifikasi: SDN Brebes 02 dan DPD Golkar Akhirnya Capai Kesepakatan, Kendala Sering Kebanjiran


BREBESbrdnusantara.news.blog – Permasalahan komunikasi terkait kontrak dan biaya pemakaian ruang di DPD Golkar selama 3 bulan yang muncul antara SDN Brebes 02 dan pihak korwil pendidikan/DPD Golkar akhirnya menemukan penyelesaian. Kedua belah pihak menyatakan telah menyelesaikan masalah melalui musyawarah dan kerja sama, dengan pemberian uang “ala kadarnya” kepada penjaga sekolah.

Penyelesaian Masalah Kontrak dan Biaya

Yusti Puspitawati SPd Mpd, Kepala Sekolah (Kasek) SDN Brebes 02, menjelaskan bahwa permasalahan semula disebabkan oleh miskomunikasi. Saat itu, ia sedang sakit dan berada di rumah sakit, sehingga penyampaian informasi tidak dilakukan oleh pihak yang bersinggungan langsung.

“Ya, alhamdulillah sekarang, kemarin miskomunikasi,” ujar Bu Yusti yang mengklarifikasi masalah telah selesai. Meskipun sebelumnya terdapat informasi bahwa biaya kontrak mencapai enam juta rupiah per bulan, penyelesaian akhir dilakukan secara musyawarah.

Bu Yusti mengonfirmasi bahwa ia memberikan sejumlah biaya “ala kadarnya” sebagai bentuk penutup masalah. Ketika ditanya mengenai jumlah pasti, ia menjawab secara diplomatis: “Ya, ke sini sih terus rembukan, dan kasih ala kadarnya ke penjaga Kantor DPD Golkar.”

Penyelesaian ini juga mendapat dukungan dari Pak Teguh Turmudi, Ketua DPD Golkar setempat. “Pak Teguh sih, ‘Monggo, Bu’,” ungkap Bu Yusti mengenai tanggapan Pak Teguh.

Progres Rehab Bangunan dan Kendala Banjir yang Serius

Selain masalah kontrak, Bu Yusti juga memberikan pembaruan mengenai rehabilitasi bangunan sekolah yang sedang berjalan. Pekerjaan rehab diperkirakan selesai pada akhir Desember, dengan penilaian positif terhadap kinerja pemborong.

“Pemborongnya bagus. Kalau terkendala cuaca, pasti,” ujarnya, mengakui hambatan akibat curah hujan yang sering terjadi.

Namun, masalah utama yang dihadapi sekolah saat ini adalah banjir yang kerap menggenangi halaman depan saat hujan deras. Bu Yusti menjelaskan bahwa drainase di jalan depan sekolah tersumbat atau tidak berfungsi optimal, menyebabkan air masuk ke area sekolah.

“Kalau banjir kemarin [airnya] hampir setinggi dengkul. Terus untuk anak-anaknya [kesulitan] segitu,” jelasnya.

Untuk solusi jangka pendek, pihak sekolah berencana memperbaiki genteng sebelah selatan dan akses ke beberapa area. Namun, untuk masalah drainase yang lebih besar, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian. “Solusi satu-satunya jalan mungkin, ya pakai kanalisasi dikeruk. Dikeruk, terus dibuat pembuangan,” ujarnya, menambahkan, “Pemerintah yang mikirin. Saya mikirin pendidikan.”

Kolaborasi Kelas dan Pandangan Komite Sekolah

Selama proses rehab berlangsung, SDN Brebes 02 menerapkan kolaborasi kelas untuk efisiensi ruang. Kelas Lima dan Kelas Enam ditempatkan di satu area, sedangkan Kelas Tiga dan Kelas Empat berada di ruangan lain. Bu Yusti juga menegaskan adanya kerja sama yang baik dengan DPD Golkar. “DPD Golkar ya. Juga kalau ada kebutuhan, bekerja sama dengan SD dua,” pungkasnya.

Sementara itu, H Drs Supriyono, Ketua Komite SDN Brebes 02, menyatakan bahwa pihaknya belum diajak berbicara terbuka mengenai sekolah, namun menekankan bahwa saluran air di belakang DPD Golkar juga tersumbat. Satu-satunya anggota komite yang memberikan keterangan, Andi Cibandono, mengatakan: “Mestinya karena swakelola ada sisa lebih dibanding diproyekkan, bisa untuk peninggian

Murid MAN 01 Brebes Aksi Donasi Untuk Raj Nu’man dan Ibunya


Aksi donasi

BREBESbrdnusantara.news.blog – Siswa, guru, dan komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 01 Brebes melakukan aksi donasi untuk keluarga siswa kelas 11 bernama Raj Nu’man dan ibunya Nur Indrayani yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas Minggu (7/12/2025) pagi. Kecelakaan terjadi karena sopir truk melanggar lampu merah dan menabrak motor yang dikendarai kedua korban.

Kronologi kecelakaan dikonfirmasi Kanit Gakkum Satlantas Polres Brebes, Ipnu Syaeful Hidayat, terjadi sekitar pukul 05.40 WIB di simpang empat Gereja, Jalan Jenderal A. Yani No. 134 Brebes. Truk Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi K 8681 OC melaju dari arah barat ke timur dan tidak berhenti meskipun lampu lalu lintas menyala merah. Pada saat yang sama, motor Honda Vario milik Raj Nu’man dan ibunya melaju dari arah selatan menuju utara untuk mengantarkan Raj ke sekolah guna berangkat study tour ke Bali. Tabrakan tak terhindarkan, menyebabkan kedua korban mengalami cedera parah pada kepala dan hidung yang berdarah. Mereka dievakuasi ke RSUD Brebes namun dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangan Ketua Komite Sekolah MAN 01 Brebes, Bahrul Ulum, keluarga besar sekolah selain mengurus pembiayaan perawatan di RSUD juga memberikan donasi untuk proses pemakaman dan biaya bantuan selama acara 3 hingga 7 hari. Donasi tahap pertama dari siswa yang mengikuti study tour telah terkumpul, dengan pihak biro juga mengembalikan dana dan memberikan santunan. OSIS sekolah juga akan menggelar donasi kepedulian selanjutnya.

Data pengumpulan dana sosial dan dana kematian dari 8 bus yang digunakan untuk study tour mencapai Rp3.469.500 dan dibulatkan menjadi Rp3.500.000. Uang duka dari guru dan sekolah akan diberikan terlebih dahulu, sementara sebagian akan diserahkan pada hari Kamis untuk mendukung sholawatan di hari ke-7 pemakaman.

Selain donasi, kiriman doa terus mengalir dari berbagai penjuru, termasuk Ponpes Assalafiyah 1 dan Assalafiyah 2. Anak-anak yang ikut study tour juga akan melakukan sholat ghoib bersama-sama setelah sholat Isya hari ini. Proses pengajuan santunan Jasa Raharja juga telah dimulai dan akan dipantau secara terus-menerus.

Semua biaya perawatan di RSUD dan proses sampai ke rumah duka telah lunas, dengan harapan donasi dan dukungan spiritual dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

100 Becak Listrik Dibagikan di Brebes, Presiden Becak Listrik Indonesia Turut Hadir


BREBES,  – brdnusantara.news.blog – Kabupaten Brebes menjadi saksi pembagian 100 unit becak listrik di Pendopo Kabupaten, yang dihadiri oleh Presiden Becak Listrik Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sebelum menjabat.

“Awalnya, beliau (Presiden Prabowo) menggambar sendiri desain becak listrik, lalu desain tersebut diberikan sebelum beliau menjabat Presiden. Di awal tahun 2024, beliau memesan 1.000 unit dari PT Len,” ujar Nanik S. Deyang, Presiden Becak Listrik Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Nanik menjelaskan bahwa becak listrik ini adalah yang pertama di dunia, hasil riset, desain, dan paten dari PT Len dan PT Pindad. Hingga saat ini, sekitar 3.500 unit telah dibagikan. “Intinya, Bapak Presiden tidak ingin ada rakyat, terutama yang lansia, harus mencari uang dengan mengayuh becak,” tambahnya.

Dampak Positif Bagi Penerima

Para penerima bantuan becak listrik mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Salah seorang penerima menyampaikan, “Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan rezeki kepada kami. Kami menghargai perhatiannya kepada rakyat kami, kepada masyarakat yang lemah, melalui becak ini.”

Mereka juga berharap agar program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak tukang becak yang belum mendapatkan bantuan.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Brebes, Paramita Widya Kusuma, dalam sambutannya menyatakan bahwa pada tahun 2026, pemerintah daerah akan memberikan kesejahteraan berupa asuransi kepada semua tukang becak di Brebes.

“Dengan adanya becak listrik ini, selain untuk meminimalisir polusi udara, becak ini juga diberikan pada usia yang lebih dari 60 tahun, sehingga kesehatan mereka di usia tua tetap bisa terjaga,” jelas Bupati Paramita.

Harapan Ke Depan

Program pembagian becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para tukang becak, mengurangi polusi udara, serta menjaga kesehatan para lansia yang masih aktif bekerja. Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Brebes.

Bupati Brebes Lantik Pengurus Forsekdesi 2025-2030, Janji Asuransi untuk Petani dan Nelayan


BREBESbrdnusantara.news.blog – Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma, melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Brebes periode 2025-2030 pada Rabu (3/12/2025) di Pendopo Brebes. Acara ini menjadi momentum penting untuk penguatan tata kelola pemerintahan desa dan peningkatan kapasitas sekretaris desa di era digitalisasi administrasi.

Dalam sambutannya, Paramitha mengumumkan program baru Pemkab Brebes yang akan mulai berlaku tahun depan, yakni penjaminan penuh asuransi jiwa bagi ratusan ribu petani, ribuan nelayan, dan lebih dari delapan ribu anggota Linmas di kabupaten ini. “Program ini menjadi jaring pengaman bagi warga, khususnya keluarga petani, nelayan, dan Linmas yang selama bekerja dalam keterbatasan,” ujarnya.

Ia juga meminta pengurus Forsekdesi dan sekretaris desa untuk membantu mengawal pendataan program agar tidak ada warga terlewat dan memastikan manfaatnya diterima oleh pihak yang berhak. “Pemkab Brebes ingin membangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga rasa aman dan ketenangan bagi warganya,” jelasnya.

Selain itu, Paramitha menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menguatkan kapasitas aparatur desa melalui kolaborasi antara Pemkab, kecamatan, desa, dan Forsekdesi. Ia berharap Forsekdesi tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga pusat peningkatan kompetensi, ruang advokasi kebijakan desa, dan wahana pembelajaran berkelanjutan. “Saya mengajak seluruh pengurus dan sekretaris desa untuk bekerja sepenuh hati, menjaga kekompakan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Hadir pada acara tersebut juga Sekretaris DWP Forsekdesi Jawa Tengah, Joko Sudrajat, yang mengucapkan selamat kepada pengurus Forsekdesi Kabupaten Brebes. Ia menyatakan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah untuk meningkatkan profesionalitas sekretaris desa dan kualitas pelayanan publik di daerah. “Kami siap mendukung penuh langkah visi misi Kabupaten Brebes agar sinergi dan kerja nyata dapat terus berjalan,” katanya.

Acara pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Brebes Wurja Se, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Brebes, serta para kepala desa dan perangkat desa.

Permintaan Maaf Resmi Guru dan Karyawan SMPN 1 Bumiayu Atas “Kegaduhan” Sekolah


BREBES, – brdnusantara.news.blog – Selasa, 2 Desember 2025 – Sejumlah guru dan karyawan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak, termasuk Bupati Brebes dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), atas “kegaduhan” yang terjadi di lingkungan sekolah.

Permintaan maaf ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang diwakili oleh empat guru: Adi Waluyo, S.Pd., Muhammad Yuli Haryanto, Dian Yudha Prastia, dan Muji Suwito. Pernyataan tersebut dirilis pada hari Senin, 1 Desember 2025, sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dan memulihkan suasana kondusif di sekolah.

Klarifikasi dan Penerimaan Kembali Plt. Kepala Sekolah

Dalam pernyataan yang disampaikan, Bapak Adi Waluyo, S.Pd., mewakili rekan-rekannya, secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada:

– Bupati Kabupaten Brebes

– Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes

– Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes

– Ibu Ina Purnamasari, S.Pd., M.Pd.

– Seluruh pihak yang merasa terdampak oleh kegaduhan tersebut.

“Kami mewakili Bapak, Ibu guru, dan karyawan SMP Negeri 1 Bumiayu menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi,” ujar Bapak Adi Waluyo dalam pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, pernyataan itu juga menegaskan bahwa seluruh staf, karyawan, dan siswa SMPN 1 Bumiayu sepakat untuk menerima kembali Ibu Ina Purnamasari, S.Pd., M.Pd., sebagai Plt. Kepala Sekolah. Penerimaan ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi dan isu yang berkembang terkait posisi kepala sekolah.

“Kami secara tulus menerima kembali Ibu Ina Purnamasari, S.Pd., M.Pd., sebagai Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bumiayu,” tegasnya.

Harapan untuk Pemulihan Suasana Sekolah

Pernyataan resmi ini diakhiri dengan permohonan maaf tulus dari seluruh guru, karyawan tata usaha, dan siswa SMPN 1 Bumiayu. Momen tersebut ditutup dengan salam dan jabat tangan antar perwakilan guru, diikuti dengan pekik semangat lokal: “Brebes? Brebes!”.

Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan polemik atau isu internal yang terjadi di SMPN 1 Bumiayu dapat segera berakhir, sehingga suasana belajar mengajar yang kondusif dapat kembali tercipta. Pemerintah daerah dan Dindikpora Kabupaten Brebes diharapkan dapat memberikan dukungan penuh untuk proses pemulihan ini, demi kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Bumiayu.

Ribuan Warga Brebes Semarakkan Brebes Healthy Fun Run 2025 yang Digagas IDI


BREBES, – brdnusantara.news.blog – Stadion Karangbirahi, Brebes, dipenuhi ribuan peserta dalam acara Brebes Healthy Fun Run 2025. Kegiatan lari sehat ini diinisiasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Brebes dan sukses menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB, Minggu (30/11/2025), dengan peserta yang terdiri dari anak muda, keluarga, komunitas lari, hingga tenaga kesehatan. Bupati Brebes, HJ. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., secara langsung melepas para peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Forkopimda, IDI Brebes, para sponsor, komunitas olahraga, dan seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Brebes Healthy Fun Run ini bukan hanya sekadar ajang lari bersama, tetapi juga merupakan bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Brebes,” ujar Bupati Paramitha.

Bupati juga menyoroti komitmen IDI Brebes dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, tindakan sederhana seperti berlari, berjalan, dan menjaga pola hidup aktif dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Brebes, lanjutnya, sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat. Ia berharap agar acara Fun Run ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Semangat hidup sehat ini adalah gerakan bersama. Hari ini, kita tidak hanya berolahraga, tetapi juga bersilaturahmi, memperkuat kekompakan, dan menularkan energi positif,” tambahnya.

Bupati Paramitha juga mengingatkan seluruh peserta untuk menikmati kegiatan ini dengan gembira, menjunjung tinggi sportivitas, dan tetap mengutamakan keselamatan. “Menang bukanlah tujuan utama, tetapi bergerak bersama adalah nilai yang paling penting,” tegasnya.

Ketua Panitia, dr. Rahmat AB, menjelaskan bahwa sekitar 1.200 peserta dari berbagai daerah turut serta dalam Healthy Fun Run 2025. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Salah satu peserta, Dharazatin Alfena, mengungkapkan kegembiraannya bisa berpartisipasi dalam acara ini. Ia datang bersama komunitas larinya dan sangat mendukung kegiatan serupa.

“Saya sangat senang dengan adanya event Healthy Fun Run ini. Semoga di tahun-tahun mendatang akan lebih banyak event serupa yang bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan pola hidup sehat,” ujarnya.

Rute Healthy Fun Run 2025 sepanjang 5 km dimulai dari Stadion Karangbirahi, melewati Jalan MT Haryono, Jalan Sultan Agung, Wangan Dalem, Padasugih, Jalan Taman Siswa, dan kembali finish di Stadion Karangbirahi.

SOROTAN PUBLIK: Dugaan Maladministrasi, SK Ganda, dan Konflik Kepentingan di Lingkungan Pemerintahan Daerah Brebes


SOROTAN PUBLIK: Dugaan Maladministrasi, SK Ganda, dan Konflik Kepentingan di Lingkungan Pemerintahan Daerah Brebes

Tangguh Bahari SH Sag

Oleh: Tangguh Bahari, S.H., S.Ag., Pengamat Hukum dan Birokrasi Brebes

BREBESbrdnusantara.news.blog – Isu terkait tata kelola pemerintahan di Kabupaten Brebes kembali mencuat ke permukaan, menyoroti dugaan maladministrasi dan praktik tidak transparan dalam penempatan pejabat serta administrasi kepegawaian. Sebuah rekaman yang beredar luas di media sosial dan grup diskusi publik mengungkapkan kekhawatiran serius dari masyarakat dan kalangan pemerintahan mengenai sejumlah kejanggalan yang berpotensi merusak citra birokrasi di daerah ini.

1. Kejanggalan Fatal dalam Administrasi: SK Ganda dan PLT Bermasalah

Salah satu temuan utama yang menimbulkan keprihatinan adalah terjadinya penerbitan Surat Keputusan (SK) ganda dengan tanggal yang sama untuk pejabat berbeda. Praktik ini, jika benar, merupakan pelanggaran administrasi yang serius karena menimbulkan ketidakpastian hukum dan tumpang tindih kewenangan.

Selain itu, muncul pula dugaan penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) yang merangkap di beberapa instansi secara bersamaan. Praktik ini berpotensi mengurangi fokus dan efektivitas kerja, serta membuka celah konflik kepentingan. Publik mendesak agar penunjukan pejabat PLT ini diperiksa secara ketat, memastikan bahwa pejabat yang ditunjuk benar-benar memenuhi syarat dan tidak memegang terlalu banyak kewenangan sekaligus.

Tidak kalah penting, ditemukan pula adanya SK Bupati yang seharusnya sudah dicabut namun belum dilakukan pencabutan secara administrasi. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakcermatan dan ketidakhati-hatian dalam pengelolaan kepegawaian yang dapat menimbulkan kekacauan hukum dan administratif.

2. Rangkap Jabatan dan Konflik Kepentingan

Isu rangkap jabatan di kalangan pejabat eselon tinggi menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat: “Apakah di lingkungan pemerintahan masih tersedia SDM yang cukup dan kompeten?”

Praktik rangkap jabatan, sebagaimana diduga terjadi di Kabupaten Tangerang dan diduga juga di Brebes, dinilai menghambat fokus dan efektivitas kinerja manajerial. Lebih jauh, praktik ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mengurangi akuntabilitas pejabat yang bersangkutan.

Sorotan tajam juga diarahkan pada dugaan bahwa mutasi dan penempatan pejabat, termasuk Kepala Puskesmas, diduga terkait dengan kepentingan “tim sukses” tertentu. Ada kekhawatiran bahwa proses ini diduga melibatkan aliran dana yang tidak transparan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan objektivitas proses pengangkatan dan perpindahan pejabat.

Publik mendesak agar pejabat seperti dr. Hero Irawan dan dr. Tamba Raharjo, yang terlibat dalam proses administrasi ini, diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan.

3. Seruan Audit Menyeluruh dan Pertanggungjawaban

Ketidakberesan administrasi yang terungkap ini berpotensi besar merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Jabatan yang diisi oleh PLT dalam waktu yang lama, selain menghambat inovasi, juga berisiko menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan dan kegagalan manajerial.

Masyarakat dan kalangan pengamat mendesak agar Bupati dan Inspektorat segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh SK dan penunjukan pejabat yang bermasalah. Pejabat yang terbukti terlibat dalam pelanggaran administrasi maupun etika harus dimintai pertanggungjawaban secara tegas dan transparan.

Selain itu, diperlukan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan terhadap aturan dalam setiap proses pengangkatan dan mutasi pejabat. Kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal terhadap sistem pemerintahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

 

Penutup:
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa tata kelola pemerintahan harus dilakukan secara profesional, jujur, dan transparan. Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan efektif. Pemerintah daerah harus menunjukkan keberanian dan komitmen untuk melakukan reformasi birokrasi demi masa depan Brebes yang lebih baik. Red…( tgh )

4.365 Honorer Brebes Terima SK PPPK Paruh Waktu, Nazar Syukur Warnai Euforia


BREBESbrdnusantara.news.blog – Kabar gembira bagi ribuan tenaga honorer di Kabupaten Brebes! Sebanyak 4.365 pegawai honorer dari berbagai bidang seperti tenaga teknis, kesehatan, dan pendidikan, akhirnya dapat bernapas lega setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Paruh Waktu. Penyerahan SK ini disambut dengan rasa syukur mendalam, bahkan beberapa penerima SK menunaikan nazar unik sebagai ungkapan terima kasih.

Acara penyerahan SK yang berlangsung di Stadion Karangbirahi Brebes pada Jumat (28/11/2025) itu, dipenuhi haru dan kebahagiaan. Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen ini adalah jawaban atas penantian dan doa panjang para honorer.

“Hari ini adalah jawaban dari doa-doa panjang Bapak Ibu sekalian. Saya tahu, malam-malam kemarin mungkin banyak dari Bapak/ Ibu yang tidak bisa tidur nyenyak, was-was dan deg-degan,” ujar Bupati Paramitha.

Bupati Paramitha juga menyinggung kategori R3, yaitu mereka yang sempat mencoba peruntungan di CPNS namun belum berhasil, atau mereka yang datanya sempat tercecer. Ia menegaskan, Pemkab Brebes berkomitmen untuk tidak meninggalkan siapapun.

“Di saat Brebes hari ini menyerahkan 4.365 SK, di luar sana ada ribuan honorer yang sedang pusing dan galau,” imbuhnya.

Status PPPK Paruh Waktu ini, lanjut Bupati, adalah jaring pengaman terbaik yang memberikan kepastian status ASN, Nomor Induk Pegawai (NIP), dan jaminan tidak ada PHK. Ia berpesan agar para penerima SK bersyukur dengan cara bekerja yang benar dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Status boleh paruh waktu, tapi dedikasi harus purna waktu. Status boleh paruh waktu, tapi kualitas pelayanan kepada rakyat harus premium,” tegasnya.

Salah satu penerima SK, Frangki Suwito, bahkan bernazar menggendong ayahnya dari Stadion Karangbirahi hingga Alun-alun Brebes sebagai wujud syukur. Frangki, yang telah mengabdi selama 13 tahun di SMP Negeri 1 Losari, menyampaikan terima kasih kepada BKPSDMD Kabupaten Brebes dan Bupati Brebes atas kesempatan menjadi ASN PPPK Paruh Waktu.

“Perjuangan dan doa ayah saya mengantarkan saya menjadi PPPK Paruh Waktu, dan saya siap mengabdi sepenuhnya untuk Pemkab Brebes,” tuturnya.

Dengan diterimanya SK ini, diharapkan para PPPK Paruh Waktu dapat meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Brebes.

Warga Desa Kalimati Brebes Tuntut Pembatalan Pembangunan Dapur SPPG di SDN Kalimati 1


BREBESbrdnusantara.news.blog – Puluhan warga Desa Kalimati mendatangi SDN Kalimati 1 pada Kamis, 27 November 2025, untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait rencana pembangunan dapur Sentra Pangan dan Gizi (SPPG) di sekolah tersebut. Kedatangan warga ini bertujuan untuk menuntut agar rencana pembangunan tersebut dibatalkan.

Aksi ini kemudian direspon dengan pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Desa Kalimati, Lukman; Asif Fauzan dari Pemerintah Kabupaten Brebes; Torikin, Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwil) 1 Kecamatan Brebes; serta perwakilan dari MBG (nama lembaga perlu diklarifikasi).

Suasana pertemuan sempat memanas ketika perwakilan dari wilayah pendidikan Kecamatan Brebes menjelaskan mengenai status aset SDN 1 Kalimati. Aksi warga memukul dan menggebrak meja terjadi saat dijelaskan bahwa aset sekolah tersebut sudah tidak ada karena jumlah siswa yang kurang dari 30 orang.

Kepala Desa Kalimati, Lukman, dalam rapat yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.50, menyampaikan dengan tegas bahwa warga Desa Kalimati tetap menolak pendirian SPPG di lokasi sekolah.

Owi, selaku pemborong yang akan melaksanakan pekerjaan ini, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak aset daerah dan menunjuk SDN 1 Kalimati sebagai lokasi pembangunan. Namun, karena adanya penolakan dari warga, pihaknya terpaksa menghentikan rencana pembangunan tersebut.

“Karena warga menolak, akhirnya kita terpaksa tidak membangun di sini dan mengenai apa-apa yang sudah dikerjakan akan dikembalikan semula,” ujar Owi.

Dengan adanya penolakan ini, rencana pembangunan dapur SPPG di SDN Kalimati 1 dibatalkan, dan pihak pemborong berjanji akan mengembalikan kondisi lahan seperti semula.

Rotasi Kepemimpinan di Brebes: Dani Asmo Serahkan Estafet Kepala Dinperwaskim kepada La Ode Vindar At Nugroho


BREBES,- brdnusanatara.news.blog,- Acara pisah sambut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes telah berlangsung, menandai serah terima jabatan dari pejabat lama, Dani Asmo, S.T., M.T. kepada pejabat baru, La Ode Vindar At Nugroho, A.P., M.Si.

Berikut adalah rincian peristiwa tersebut:

Latar Belakang dan Pergantian Pejabat

Pergantian kepemimpinan ini terjadi sebagai bagian dari rotasi dan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Dani Asmo sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebelum dilantik menjadi Kepala Dinperwaskim, dan kini posisinya digantikan oleh La Ode Vindar At Nugroho. Proses pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka maupun rotasi dilakukan sesuai prosedur dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat dan provinsi.

Momen Pisah Sambut

Acara pisah sambut ini diwarnai dengan suasana haru dan apresiasi atas dedikasi pejabat lama. Terlihat dalam spanduk ucapan terima kasih yang ditujukan kepada Dani Asmo, S.T., M.T. “Atas dedikasi, kepemimpinan dan pengabdian, dan sinergitasnya bersama Keluarga Besar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Brebes.” Pejabat baru, La Ode Vindar At Nugroho, A.P., M.Si., disambut sebagai pemimpin baru yang diharapkan dapat membawa semangat baru dan amanah dalam menjalankan tugasnya untuk kemajuan Kabupaten Brebes.

Komitmen dan Harapan

Rotasi pejabat ini bertujuan untuk memperbaiki lembaga dan memastikan mesin birokrasi berjalan dengan efektif, dengan evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala oleh pihak terkait. Dinperwaskim sendiri berkomitmen untuk melanjutkan nilai-nilai luhur kepahlawanan melalui kerja nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menangani isu-isu perumahan rakyat dan kawasan permukiman.

Dani Asmoro Pimpin Dinas PU Brebes, Sutaryono Kembali ke Dinas Pendidikan


BREBESbrdnusantara.news.blog – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes menggelar acara pisah sambut untuk Kepala Dinas yang baru, Dani Asmoro, S.T., M.T., yang menggantikan Sutaryono, S.H., M.Si. Acara berlangsung pada 26 November 2025, pukul 09.30.

Sutaryono, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh keluarga besar Dinas PU selama masa kepemimpinannya. Sementara itu, Dani Asmoro, yang sebelumnya bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, disambut hangat oleh seluruh jajaran Dinas PU.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait dan diliput oleh brdnusantara.news.blog. Pergantian ini diharapkan membawa semangat baru dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Brebes.

Pisah Sambut Kepala Dinas PU Brebes: Dani Asmoro Gantikan Sutaryono dalam Rotasi Jabatan


BREBESbrdnusantara.news.blog – Acara pisah sambut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Brebes telah sukses dilaksanakan, menandai babak baru dalam kepemimpinan di dinas tersebut. Dani Asmoro, S.T., M.T., resmi menjabat sebagai Kepala Dinas PU yang baru, menggantikan Sutaryono, S.H., M.Si., yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

Acara serah terima jabatan ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran yang melibatkan 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempercepat kinerja birokrasi dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Dani Asmoro, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, diharapkan dapat membawa inovasi dan pengalaman baru dalam pengelolaan infrastruktur di Kabupaten Brebes. Sementara itu, Sutaryono akan fokus pada pengembangan sektor pendidikan, pemuda, dan olahraga, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Pergantian ini diharapkan dapat memberikan semangat baru dan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Brebes, sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah.